,

Mbak Zum; Hoby Nyanyi Siap Salurkan Aspirasi

by -573 views
Zumrotussa'adah siap salurkan aspirasi perempuan. (ft.doc)

sorotnusantara , Semarang – Sejak reformasi terjadi pada tahun 1998, banyak kalangan yang mulai menekuni politik. Dewasa ini, berbagai latar belakang calon legislatif (Caleg) yang tampak serius mencuat dari kalangan tertentu. Satu diantaranya terdapat penyanyi lokal. Meski tak sepopuler artis Ibukota, Zumrotussa’adah, perempuan yang lahir di Semarang, tanggal 27 November 1984 ini menyatakan diri siap membawa aspirasi bagi warganya.

Memiliki bakat dalam tarik suara merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Zumrotussa’adah dan suaranya yang merdu saat mengalunkan bait-bait lagu yang dapat dinikmati pendengarnya merupakan suatu anugerah yang patut disyukuri. Ia yakin dapat memperjuangkan aspirasi warganya bukan lantaran menyanyi. Baginya, keahlian menyanyi yang dimilikinya merupakan sarana komunikasi. Sebab, berkah dari kelihaiannya itulah yang menjadikan dirinya mudah dikenal dan lebih mudah menjalin relasi dengan berbagai kalangan.

“Dari bermusik dan bernyayi inilah, saya bisa menjalin jaringan pertemanan dengan banyak kalangan, tidak hanya dari kalangan santri saja, tetapi juga kalangan lain, seperti para pecinta hijabers, aktivis perempuan dan berbagai kalangan profesional,” akunya kepada Sorot Nusantara, Kamis (7/3/2019).

Kepada awak media, perempuan yang akrab disapa Mbak Zum menuturkan, ketertarikannya terhadap dunia tarik suara berawal semasa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Bermula dari mengikuti kasidah di kampung, dan berbagai pentas seni di sekolah, bahkan kadang-kadang juga didaulat sebagai qori’ah dalam kegiatan keagamaan di kampung itulah yang membuat bakatnya terus berkembang. Memasuki SMA, dia ikut  bergabung dalam Orkes Kasidah NIDARIA Semarang. Sebuah grup kasidah legenda asal Kota Semarang yang dipimpin Hadiq Zen.

“Saat awal-awal kuliah, saya masih menekuni karir di dunia seni kasidah sampai kemudian menikah  dengan seorang politisi, Masruhan Samsurie. Suami justru mendorong hobi bernyanyi saya dengan membentuk grup Layla Majnun. Sebuah grup musik yang berirama balasyik, kasidah,” urainya.

Alumnus UIN Walisongo Semarang ini mengungkapkan, baginya bermusik merupakan sarana dakwah, terlebih saat ini kesempatan dia bernyanyi biasa didapat dari acara pesta pernikahan, khitanan, akhirussanah (Perpisahan Madrasah/Pondok Pesantren) dan acara-acara lainnya. “Bagi saya, bersenandung lagu merupakan dakwah lewat kesenian. Memang lagu yang saya suka adalah kasidah balasyik sama lagu-lagunya Umi Kulsum Mesir. Meski saya juga bisa lagu-lagu pop, rock dan dangdut,” ujar Wakil Bendahara DPD KNPI Jateng ini.

Menyajikan musik religi dan nuansa arab, Mbak Zum tentunya memiliki idola penyanyi legendaris asal Timur Tengah. “Penyanyi yang paling saya idolakan adalah penyanyi legendaris dari mesir, Umi Kulsum,” akunya. Perempuan yang saat ini aktif di DPD KNPI Jateng ini, saat itu mendapat respon luar biasa dalam bernyanyi sehingga diberi kesempatan tampil dalam sebuah even bertajuk Doa untuk Palestin yang digelar di Taman Ismail Marzuki, Jakarta

Mencoba meniti karir di dunia politik, Zumrotussa’adah berharap dapat mencontoh ketegaran seorang Benazir Buto. “Untuk tokoh, saya mengidolakan Benazir Buto. Dia seorang muslimah yang pernah menjadi perdana mentri Pakistan dengan ide-idenya yang modern meskipun resikonya ia dibunuh oleh rakyatnya sendiri karena ketidaksiapan rakyatnya menerima pembaharuan,” terangnya.

Mbak Zum yang kini terdaftar sebagai calon anggota legislatif Kota Semarang dengan nomor 4 dari Partai Pesatuan Pembangunan (PPP) turut menyuarakan Paslon 01 Jokowi-Ma’ruf dalam Pilpres yang digelar serentak bersama Pileg pada 17 April mendatang.

Saat memutuskan untuk terjun ke dunia politik, Mbak Zum mengaku sudah mendapatkan restu dari suami. “Karena yang pertama saya diijinkan oleh suami. Kan dalam keluarga muslim ijin suami ini wajib, kedua saya sebagai SDM perempuan Indonesia, saya merasa ditantang untuk ikut aktif mewakili perempuan dalam memperjuangkan hal-hal yang masih menjadi persoalan bagi kaum hawa, misalnya kasus KDRT dan TKW,” ujarnya

Tercatat aktif sebagai Bidang Sosenbud PW Fatayat NU Jateng, Bidang Sosenbud MUI Kota Semarang, dan Wakil ketua PW Wanita Persatuan Pembangunan Jateng, Mbak Zum memantabkan diri untuk memperjuangkan aspirasi kaum perempuan dengan maju sebagai Caleg PPP dengan Dapil 5 yang meliputi Mijen, Ngaliyan, dan Tugu. Selain itu, pengalamannya sebagai pengurus DPD KNPI Jateng juga memberikan nilai kritis tersendiri dalam membaca realita yang ada di masyarakat dan cara memperjuangkannya.

“Atas persoalan tersebut saya akan berjuang perlunya Perda-perda yang mengadvokasi kaum hawa,” kata Wakil ketua DPC PPP Kota Semarang, “Adanya bantuan dana untuk penguatan kaum hawa misalnya untuk kegiatan ekonomi, kesehatan dan pendidikan,” tutupnya. (arh)