,

Lulusan SKPP BAWASLU Diminta Dorong Sukseskan Pengawas Partisipatif

oleh
Beberapa peserta berfoto bersama Bawaslu Semarang. (dok/ist)

SOROTNUSANTARA.COM , Semarang – Sebanyak 66 orang dinyatakan lulus Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Jumlah tersebut dari 133 peserta yang mengikuti tahap pendaftaran. Selanjutnya 126 peserta berhasil masuk dalam tahapan belajar SKPP dan hanya 66 yang berhasil lulus.

Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga, Bawaslu Kota Semarang, Nining Susanti mendorong para lulusan SKPP untuk menyukseskan pengawas partisipatif dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Wali Kota Semarang akhir tahun ini.

Dijelaskannya, peran pengawas partisipatif menyosialisasikan kepada masyarakat tentang pengawasan pilkada, jenis-jenis pelanggaran pemilu, dan cara penyelesaian konflik pilkada di TPS.

“Tugas kalian selanjutnya. Buatlah acara diskusi pengawasan partisipatif bersama komunitas kalian di rumah masing-masing,” kata Nining setelah menyampaikan bintek bagi para lulusan SKPP Kota Semarang di Hotel Normans, Banyumanik, Kota Semarang, beberapa hari lalu.

Untuk itu ia meminta agar para lulusan SKPP agar memperluas peran parsipasi masyarakat dalam mengawasi pelaksanaan Pilkada, “Ajak teman kalian untuk bersama sama mengawasi jalannya Pilkada tahun 2020 ini dengan maksimal. Supaya pelaksanaannya berjalan lancar, tanpa adanya pelanggaran dan sengketa Pilkada di Kota Semarang. Bersama rakyat awasi Pemilu. Bersama Bawaslu tegakkan keadilan Pemilu,” pesannya.

Perlu diketahui, SKPP merupakan program unggulan Bawaslu pertama yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kab/Kota di seluruh Indonesia secara serentak. Seluruh tahapan seleksi dan studi SKPP dilakukan secara daring. Mulai dari pendaftaran pada bulan Maret hingga akhir studi pada bulan Juli.

Ketua Bawaslu Kota Semarang, Muhammad Amin, juga berharap agar para alumni SKPP lebih proaktif mengedukasi tentang pengawasan pemilu kepada masyarakat. Karenanya ia meminta agar para alumnus SKKP ikut proaktif, membaur di masyarakat dalam mengawasi jalannya pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang pada 9 Desember 2020.

“Kami harap Anda semua bisa turut aktif menjadi pemantau pemilu, pelapor terjadinya pelanggaran, atau menjadi petugas pengawas TPS di tempat kalian masing-masing,” harapnya.

Peran Kader Nahdlatul Ulama
Perlu diketahui, 4 dari 66 peserta yang dinyatakan lulus pada tanggal 2 Juli oleh Bawaslu RI merupakan kader Nahdlatul Ulama (NU). Diantaranya, M. Fathussyarif (aktifis GP Ansor Ngaliyan), Ahmad Sibahul Khoir (Sekretaris Rijalul Ansor Kota Semarang), Ahmad Rizqinal Mubarok, dan Yoga Tamyiz (Pengurus IPNU UIN Walisongo Semarang.

Menanggapi hasil pelatihan tersebut, M. Fathussyarif dengan antusias menyatakan dirinya siap mengaplikasikan ilmu pengawasan yang diperoleh dari SKPP dengan aksi nyata, “SKPP ini sangat bagus sekali. Tentunya kami berharap Bawaslu Kota Semarang tetap memberikan fasilitas kepada kami dengan cara memberi ruang untuk tetap berkoordinasi dengan Bawaslu, mengawasi pelaksanaan Pilkada, dan mempertimbangkan secara khusus untuk di kepemiluan bagi alumni yang mendapat sertifikat SKPP,” katanya, Jumat (4/9/2020).

Ungkapan senada dinyatakan Yoga Tamyiz. Generasi muda NU ini bahkan menyampaikan harapan pentingnya pendidikan politik pada saat Bimtek Alumni SKPP Kota Semarang, “Anak muda saat ini harus dibekali pendidikan khusus, seperti SKPP ini,” ujarnya.

Menurutnya, pendidikan politik dalam SKKP dibutuhkan oleh masyarakat untuk mewujudkan pemilihan umum yang bermartabat, “Supaya para pemuda menjadi mitra strategis pengawas Pilkada 2020, memberantas kecurangan, menangkal berita hoax, dan turut aktif membantu menyelesaikan sengketa Pilkada di TPS masing-masing,” jelasnya. (arh)