Lokalisir Kewalram Dibuka Satgas Citarum

by
Lokalisir Kewalram Dibuka Satgas Citarum

KAB. SUMEDANG, sorotnusantara.com,- Jajaran Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor 15/Sumedang akhirnya membuka lokalisir yang sebelumnya dipasang di lubang saluran pembuangan hasil olahan limbah milik PT Kewalram, Senin (15/7/2019).

Dibukanya lokalisir tersebut, setelah PT Kewalram mampu menunjukan hasil olahan limbahnya sesuai dengan arahan Satgas Citarum Sektor 21, yakni konsisten berwarna bening dan ikan tetap hidup di bak outlet.

Sempat juga dilakukan inisiatif pengetesan air yang diambil dari outlet IPAL di lab internal untuk parameter warna (Pt/Co), hasilnya menunjukan angka 163.

Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat melalui Dansubsektor 21-15/Sumedang Serka Eri Krisyana saat memberikan keterangannya kepada wartawan mengatakan, “Kegiatan kami saat ini, melaksanakan pembongkaran coran di (outlet) pabrik Kewalram,” ujarnya.

Menurut Serka Eri, sesuai pengecekannya bersama dengan awak media dan elemen masyarakat, kondisi hasil olahan limbah PT Kewalram sudah sesuai dengan yang diharapkan.

“Kondisi (hasil olahan limbah) sekarang sudah bagus, kita lihat sama-sama, mudah-mudahan PT Kewalram kedepannya tetap konsisten, tidak ada temuan lagi dilapangan oleh satgas maupun oleh masyarakat,” terangnya.

Kondisi air hasil olahan limbah PT Kewalram di outlet IPAL sebelum dibuang ke aliran sungai. (15/7/2018).

“Harus dipertahankan dan bila perlu ditingkatkan hasil olahan limbahnya,” ucap Serka Eri dan direspon anggukan dari manajemen PT Kewalram, H. Adeng dan Kabul Sungkawa.

Ditekankan oleh Serka Eri, pihaknya akan senantiasa setiap saat mengawasi aliran sungai dan lubang saluran pembuangan limbah industri di wilayah tugasnya.

Kesempatan yang sama, Kabul Sungkawa mewakili manajemen PT Kewalram menyebutkan, “Komitmen kami tetap akan mengikuti apa yang diharapkan oleh Satgas Citarum Harum, kami tetap akan menjaga kualitas hasil olahan limbah kami,” jelas Kabul.

“Sekarang kami juga sedang terus-terusan meningkatkan kinerja alat dan technikal sesuai yang disarankan dari pengelola IPAL,” tambahnya.

Kabul juga menyebutkan pihaknya terbuka untuk siapapun yang akan melihat proses pengelolaan IPAL perusahaannya selain oleh satgas dan instansi terkait, dengan catatannya mengisi form yang disediakan untuk arsip pengunjung.

Disamping itu, Kabul menyatakan bahwa Kewalram tidak memiliki lubang pembuangan hasil olahan limbah selain dari yang telah dipasang koordinat di outlet belakang pabrik.

“Pembuangan hasil olahan limbah kami hanya satu, yang dibelakang ini,” ujarnya untuk menepis anggapan warga masyarakat bahwa PT Kewalram memiliki lubang pembuangan limbah “siluman”. (St)