,

Lama Tak Muncul, Murdoko Maju Bakal Calon Bupati Kendal

by
Politisi PDI Perjuangan Murdoko

SorotNusantara.com , Semarang – Kabupaten Kendal memiliki potensi yang luar biasa, namun hingga kini belum dioptimalkan sehingga belum mencapai hasil yang maksimal, dan tertinggal dari daerah lain.

Hal itu yang menggugah politisi senior PDI Perjuangan Jawa tengah, Murdoko mantab maju dalam kontestasi politik dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Kendal 2020.
Murdoko dikabarkan akan maju menjadi calon Bupati Kendal, melalui Partai berlambang banteng moncong putih (PDI Perjuangan).

“Kabupaten Kendal memiliki potensi sektor ekonomi yang menjanjikan, seperti perikanan dan kelautan, pertanian dan perkebunan, sektor pariwisata, maupun sektor industri,” kata Murdoko saat ditemui di kediamannya, Jl. Untung Suropati, Manyaran, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (4/12/2019).

“Dan jika sektor tersebut di kembangkan, dapat berdampak positif terhadap peningkatan ekonomi di daerah itu,” sambungnya.

Murdoko pun menyoroti sektor pariwisata sebagai salah satu faktor pendongkrak ekonomi masyarakat Kabupaten Kendal. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal harus turut berpacu mengingat saat ini hampir seluruh Kabupaten Kota di Jawa Tengah berlomba-lomba menonjolkan potensi wisata yang dimiliki.

Ia memaparkan, memiliki luas sekitar 1.002,23 km2, Kabupaten Kendal yang terkenal dengan sebutan Kota Santri sejatinya memiliki dua potensi wilayah strategis. Yakni dataran tinggi dan dataran rendah yang dapat dikelola dan dimanfaatkan sebagai modal untuk mendukung dan meningkatkan sektor wisata di masing-masing wilayah.

“Misalnya saja, lebih mengaktifkan dan mendorong terbentuknya desa wisata baik di daerah pantai maupun di daerah pegunungan,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, desa wisata memiliki manfaat yang luar biasa bagi kemajuan sebuah wilayah, khususnya pedesaan terutama dalam hal peningkatan kesejahteraan penduduk sekitar.

Menurut dia, dengan memberikan pemahaman dan mencari identitas serta keunikan dari masing-masing desa, dapat lebih mudah dalam membangun sebuah desa wisata atau kampung tematik.

“Potensi apa yang ada di desa itu bisa dikembangkan, tentunya dengan pendampingan-pendampingan yang matang dari pemerintah. Masing-masing desa memiliki potensi seperti keseniannya, alamnya, maupun makanan khasnya itu bisa dikembangkan,” paparnya.

Bahkan, lanjutnya, menggali wisata-wisata religi yang merupakan daya tarik sendiri bagi daerah yang mempunyai nilai sejarah tersendiri bagi penyebaran agama Islam di kabupaten Kendal.

Terbentuknya desa wisata tersebut menurut Murdoko, juga akan menumbuhkan sektor ekonomi mikro yakni terbentuknya UMKM khas dari wilayah tersebut.

“UMKM akan menjadi awal dari peningkatan ekonomi masyarakat, dengan terus diberi pembekalan dan pelatihan pamasaran, saya yakin itu akan menjadikan masyarakat lebih mapan dalam hal ekonomi,” tandasnya.

Dari sisi infrastruktur, Mantan Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah itu juga mengungkapkan, hingga saat ini masih banyak masyarakat yang mengeluhkan infrastruktur jalan yang kurang baik, khususnya di daerah pedesaan. Hal ini tak lepas dari pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kendal, khususnya di daerah pedesaan belum menjadi prioritas Pemkab Kendal saat ini. Alhasil, masih banyak desa tertinggal yang berdampak pada kesejahteraan masyarakatnya.

“Masih di bawah angka 50 persen pembangunan infrastruktur pedesaan di Kabupaten Kendal. Banyak desa yang masih minim infrastrukturnya sehingga berdampak terhadap aktivitas warga di wilayah itu. Harusnya dengan APBD 2020 Kabupaten Kendal sebesar Rp 2,3 Triliun, ketertinggalan itu dapat dikejar,” ujarnya.

Murdoko berpendapat, salah satu dasar penilaian keberhasilan Kepala Daerah dalam memimpin sebuah wilayah dapat dilihat dari keberhasilan pembangunan infrastrukturnya. Apakah sudah merata, atau hanya dipermukaan saja. (arh)