Korban Penyalahguna Napza dan Odha Harus Berdaya

oleh

SOROTNUSANTARA.COM , Semarang – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Semarang bekerjasama dengan Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) At-Tauhid Semarang mengadakan kegiatan pembinaan ketrampilan tataboga di aula IPWL A-Tauhid Jalan Gayamsari Selatan II RT 3 RW 3 No 41 Kelurahan Sendangguwo Tembalang Semarang, Senin (2/11/2020).

Kegiatan diikuti tiga puluh perempuan usia produktif yang merupakan korban penyalahgunaan Napza dan Orang dengan HIV-Aids (Odha). Selama lima hari, terhitung dari Senin sampai Jum’at (6/11/2020), mereka dipandu tim LPK Lalita Kota Semarang.

Instruktur LPK Lalita Kota Semarang, Indriyani menuturkan, selama lima hari pihaknya mengajari peserta membuat aneka makanan (Jajanan), kue dan masakan, mulai teori sekaligus praktek.

“Hari pertama ini kita ajari membuat onde-onde isi kacang ijo, hari ke-2 onde-onde ketawa dan timlo solo, hari ke-3 membuat nogosari Bandung, bothok telur asin, hari-4 makroni supel dan kue manja, adapun hari terakhir membuat soto Sukaraja,” ucapnya disela pelatihan.

Perempuan yang telah menggeluti usaha katering dan menjadi instruktur tataboga tujuh tahun silam ini menjelaskan, di saat pandemi seperti ini mencari pekerjaan tidak mudah. Karena itu, menurutnya pelatihan ketrampilan tataboga juga bisa menjadi solusi mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bagi para korban penyalahgunaan Napza dan Odha.

“Saya berharap, para peserta setelah pelatihan ini, mereka bisa praktek membuat kue atau makanan sendiri, bisa untuk pengajian, arisan, bisa menerima pesanan atau usaha mandiri sehingga ada manfaat dan ada nilai tambah dari sisi ekonomi,” tuturnya

Masih menurut Indriyani, mereka bisa pro aktif berkomunikasi menyampaikan kepada pihak RT, RW hingga kelurahan bahwa telah mengikuti pembekalan ketrampilan dari Dinsos Kota Semarang.

“Begitu mereka (Para pemangku kepentingan,red) tau bahwa teman-teman punya keahlian dan usaha mandiri pasti pada membeli atau memesannya,” klaimnya.

Direktur IPWL Yayasan Rehabilitasi At-Tauhid Semarang, Singgih Yonki Nugroho menuturkan para penyalahguna Napza dan Odha setelah melakukan rehabilitasi tentu ingin mendapatkan output yang jelas, yakni; sebuah ketrampilan supaya mandiri.

Harapan tersebut, menurutnya bak gayung bersambut, sebab Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinsos memberikan fasilitasi pembekalan ketrampilan. Jadi sangat tepat dan sangat bermanfaat.

“Dari pelatihan ini, kami berharap para peserta bisa mengambil manfaat dan mempraktekkan (Mengaplikasikanya) ilmu yang diperoleh di lingkungannya masing-masing atau bisa untuk berwirausaha,” pintanya

Sementara itu, Kepala Dinsos Kota Semarang, Muthohar menuturkan, Dinsos Kota Semarang tidak sekedar melakukan pembinaan dan memberikan pelatihan saja, namun juga melakukan pendataan dan pengelolaan data pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial dan potensi serta sumber kesejahteraan sosial.

Menurutnya, hal tersebut sesuai Peraturan Menteri Sosial (Permensos) RI Nomor 08 Tahun 2012. “Kami berharap pelatihan ketrampilan ini outcame-nya jelas, setiap tahun pelatihan harus ada hasil yang bisa disampaikan. Intinya pelatihan ketrampilan ini benar-benar bermanfaat dan berdampak positif sehingga grafik penyalahgunaan Napza dan Odha bisa turun,” pungkasnya. (arh)