Kontribusi Kinerja Dianggap Tidak Jelas, Elemen Masyarakat Minta TAP Jawa Barat Segera Dibubarkan

oleh
Aksi elemen masyarakat dari LSM PMPRI di salasatu kantor dinas di lingkungan Provinsi Jawa Barat. [dok. istimewa]

BANDUNG,- Elemen masyarakat dari LSM PMPR Indonesia menyatakan secara tegas agar Tim Akselerasi Pembangunan (TAP) yang dibentuk melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat No.060.1/kep.1244-org/2018 agar segera dibubarkan.

Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Ketua Umum DPP LSM PMPR Indonesia, Rohimat, kepada pewarta di ruang sekretariatnya, Minggu (13/09/2020).

“TAP yang dibentuk melalui Kepgub Jabar ini, digawangi oleh personil dari berbagai latar belakang. Harapannya bisa membantu mewujudkan program dan janji politik Ridwan Kamil dalam mendorong akselerasi dan keselarasan di semua aspek pembangunan. Tapi hingga saat ini kami rasa kinerjanya tidak jelas,” ungkap Rohimat yang akrab disapa dengan panggilan Joker.

Ditambahkan oleh Rohimat, “Ada kewenangan TAP yang kami anggap melampaui, hal ini dilihat dalam rapat Badan Anggaran yang dilaksanakan antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat selaku eksekutif dan DPRD Provinsi Jawa Barat selaku legislatif,” tambahnya.

“Dilihat dari hukum administrasi negara, itu jelas tidak relevan,” tegas Rohimat.

LSM PMPRI juga menyoroti keberadaan TAP bisa memunculkan dugaan KKN (Kolusi, Korupsi dan Nepotisme).

“Pada prinsipnya kami masyarakat Jawa Barat mendukung apapun langkah gubernur dalam membangun Jawa Barat, tapi kami tidak akan tinggal diam apabila tata kelola pemerintah Jawa Barat dinilai tidak efektif, apalagi berbau dugaan KKN dalam menjalankan programnya,” ujar Rohimat.

“Hal ini kami sampaikan, karena dari informasi yang kami himpun bahwa ada dugaan oknum TAP yang bermain dalam proyek yang menjadi program dari Provinsi Jawa Barat. Maka dari itu, kami sampaikan kalau TAP kinerjanya sudah seperti itu, kami DPP LSM PMPR Indonesia siap mengkritisi melalui aksi unjuk rasa dengan tuntutan meminta kepada Gubernur Jawa Barat untuk segera membubarkan TAP,” tandas Rohimat yang dikenal kerap “berdarah-darah” dalam menyampaikan aspirasinya.

[Teg.]