Konferensi PMR, Serap Masukan Kegiatan Bagi PMI

by
Ketua PMI Jateng H. Imam Triyanto (batik coklat) didampingi Kepala Markas PMI Jateng Mu'rifah, Koordinator Forpis Putri Arifah, melakukan foto bersama peserta Konferensi PMR Wira tahun 2019 di Pusdiklat PMI Jateng-Semarang.

SorotNusantara.com , Semarang – Perjalanan sebuah organisasi tak lepas adanya dari peran berbagai pihak dalam mendukung eksistensi yang sesuai dengan kapasitasnya, baik secara material, dana, maupun sumbangsih pemikiran. Kritik konstruktif pun turut mewarnai proses pendewasaan semua pihak yang terlibat di dalamnya.

Menurut Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Tengah H. Imam Triyanto sebagai kader PMI, Palang Merah Remaja (PMR) dapat memberikan masukan terkait kegiatan PMI melalui Konferensi PMR. Hal tersebut dikatakannya sebagai bentuk penghargaan bagi PMR.

“Di sini (konferensi) menjadi ajang remaja milenial, belajar dan mengembangkan jiwa kepalangmerahan yang kelak menjadi motor penggerak masa depan bagi lingkungan, nusa dan bangsa,” kata Imam saat membuka Konferensi PMR di Pusdiklat PMI Jateng, Jalan Arumsari Sambiroto, Tembalang, Kota Semarang, Rabu (14/8/2019).

Ketua PMI Jateng H. Imam Triyanto (batik coklat) didampingi Kepala Markas PMI Jateng Mu’rifah, Koordinator Forpis Putri Arifah, melakukan foto bersama peserta Konferensi PMR Wira tahun 2019 di Pusdiklat PMI Jateng-Semarang.

Pada kesempatan tersebut, Imam juga mengingatkan agar selalu mengembangkan Tri Bakti PMR yaitu berkarya dan bakti di masyarakat, berperilaku hidup bersih dan sehat, mempererat persahabatan nasional dan internasional.

“Berbakti, berperilaku baik, dan terus optimis membangun kepedulian sosial. Era media sosial saat ini harus diwaspadai agar tidak mudah terjebak hal negatif seperti menebar hoaks,” pesannya.

Para peserta saat mengikuti salah satu sesi dalam Konferensi PMR.

Sementara, Kepala Markas PMI Jateng Mu’rifah menjelaskan bahwa agenda konferensi tersebut, diantaranya diskusi pengurangan risiko bencana (PRB) di lingkungan sekolah/madrasah dan mewujudkan sekolah siaga bencana.

“Anggota PMR harus jadi motor penggerak aksi PRB di sekolah dan lingkungannya, seperti memahami bahaya, kerentanan, risiko dan kapasitasnya, untuk mewujudkan aman bencana,” tegasnya.

Untuk diketahui, PMR merupakan sebuah wadah pengembangan karakter dan jiwa relawan muda PMI yang berada di lingkungan sekolah/madrasah harus dibina dengan baik. Dalam konferensi tersebut diikuti 35 peserta perwakilan Forum Palang Merah Remaja Indonesia (Forpis) Se-Jawa Tengah.

Untuk itu, PMI Provinsi Jawa Tengah dalam menyelenggarakan Konferensi PMR Wira tingkat Jawa Tengah pada 13-16 Agustus 2019, mengangkat tema langkah PMI dalam kegiatan kebencanaan, yakni Ayo Aksi Bersama untuk Aman Bencana.

Dalam agenda kegiatannya, peserta akan memilih koordinator Forpis Jateng periode 2019-2020. “Koordinator Forpis mengemban tugas sebagai duta PMR untuk melakukan komunikasi dan koordinasi unit-unit PMR di Jateng bersama PMI setempat, untuk mengembangkan karakter kepalangmerahan dan aksi-aksi PRB,” kata Putri Arifah Nur Isnaeni, koordinator Forpis 2018-2019 yang berasal dari PMR Unit SMAN 1 Kabupaten Magelang. (arh)