Kolonel Yusep : Waspadai Penyebaran Paham Raka Raki Di Kalangan Pelajar

by
Kolonel Yusep : Waspadai Penyebaran Paham Raka Raki Di Kalangan Pelajar

sorotnusantara.com, CIANJUR,- Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto diwakili oleh Sahli Bidang Sosial Budaya, Kolonel Inf Yusep Sudrajat, S.IP., M.Si., hadiri kegiatan Millenial Camp Jawa Barat 2019 selaku narasumber yang dilaksanakan di Bumi Perkemahan Bukit Golf Cibodas, Cipanas, Kabupaten Cianjur, Selasa (19/11/2019).

Pada kegiatan yang dihadiri oleh kurang lebih 1.400 pelajar SMA, SMK, MA dan SLB se-Jawa Barat tersebut, Kolonel Yusep menyampaikan paparan dalam talkshow dengan tema Pencegahan Radikalisme Di Kalangan Pelajar.

“Radikalisme adalah ancaman nyata bagi kehidupan kita berbangsa dan bernegara,” jelas Kolonel Yusep diawal paparannya.

“TNI sudah mengenal gerakan-gerakan seperti itu, sudah mengkotak-kotakannya, sudah mendata radikalisme yang ada di NKRI ini,” ujarnya.

“Saya sudah pernah bertugas ke beberapa wilayah di Indonesia, dan menurut saya Jawa Barat memiliki kondisi alam yang indah. Contohnya kalau mau ke pantai, ada Pangandaran, mau ke gunung ada Ciwideuy, Lembang dan di tempat ini. Selain itu, mau ke mall hingga mencari pendidikan ternama juga banyak. Dan yang terpenting adalah, masyarakatnya santun, bahasanya halus, anak perempuannya cantik-cantik dan anak laki-lakinya ganteng-ganteng,” sebut Kolonel Yusep sambil tersenyum yang dijawab dengan applaus dari para peserta.

Kembali dilanjutkan oleh Kolonel Yusep, “TNI sudah membagi radikalisme menjadi dua, yakni radikal kanan dan radikal kiri. Radikal kanan atau raka ini adalah kelompok yang membawa agama, sedangkan raki adalah yang membawa paham komunis yang tidak beragama. Dua-duanya sama, raka dan raki ingin mengganti ideologi Pancasila dari bumi NKRI ini,” lanjutnya.

Founding father bangsa kita sudah menyepakati bersama bahwa Pancasila adalah dasar negara kita. Setuju?” tanya Kolonel Yusep, yang dijawab serentak, “Setuju!,” jawab para peserta.

Nah, itu yang harus kita pegang,” kata Kolonel Yusep.

Kegiatan-kegiatan raka dan raki ini, sambung Kolonel Yusep, sudah ada sejak dulu. Bahkan memiliki partai politik. Seiring perjalanan bangsa, terjadi upaya-upaya memaksakan mengganti Pancasila, diantaranya oleh DI/TII dan PKI.

“Pancasila sudah final bagi NKRI,” tegas Kolonel Yusep.

“Saat ini, radikalisme sudah menyusup melalui media baru, seperti media sosial dan sebagainya. Jadi, adik-adik disini harus bijak menyaring informasi yang didapat. Juga cek dan ricek bila informasi yang tersebar itu diragukan kebenarannya,” pesan Kolonel Yusep.

Kolonel Yusep juga mengingatkan para pelajar yang hadir ini untuk senantiasa bertindak dan berpikir positif, serta tidak terjebak dalam aktifitas kelompok yang bisa merugikan diri sendiri dan juga orang lain di kemudian hari.

“Saya kira semua agama tidak membenarkan aksi bunuh diri, atau membenarkan untuk mencelakakan orang lain,” ujarnya.

“Hal sederhana tetapi besar dampaknya yang bisa dilakukan adik-adik adalah banggakan orang tua dengan kebiasaan yang baik dan positif,” kata Kolonel Yusep mengingatkan.

Turut sebagai narasumber pada talkshow itu tersebut, antara lain Dr Firman Oktora (Dinas Pendidikan Prov. Jawa Barat), Tatan Ahmad Santana (Ketua Harian Jabar Bergerak), Irfan Amali (Peace Generation), AKBP Martri Sonny (Polda Jabar), dan Dr. M. Suaib Tahir (BNPT).

Tampak juga hadir Kapolres Cianjur, AKBP Juang Andi Priyanto beserta jajaran.[St]