Kolonel Inf Yusep Sudrajat Wakili Pangdam Siliwangi Hadiri Rapimprov KADIN Jabar 2019

by
Kolonel Inf Yusep Sudrajat Wakili Pangdam Siliwangi Hadiri Rapimprov KADIN Jabar 2019

sorotnusantara.com, BANDUNG,- Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto diwakili oleh Sahli Pangdam III/Siliwangi Kolonel Inf Yusep Sudrajat, S.IP, M.Si., hadiri kegiatan pembukaan Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Barat, yang dilaksanakan di Ballroom Trans Luxury Hotel, Jl. Gatot Subroto, Kota Bandung, Kamis (12/12/2019).

Kegiatan yang dibuka oleh Ketua Umum KADIN Pusat, Rosan Perkasa Roeslani, dihadiri antara lain oleh Gubernur Jawa Barat yang diwakili Kadisperkim Jawa Barat, Dicky Saromi, Ketua KADIN Jabar, Tatan Pria Sudjana, Kanwil Kemenkumham Jabar, OJK Jabar, Kodam III/Siliwangi, jajaran KADIN kota dan kabupaten, peninjau dan tamu undangan lainnya.

Tatan Pria Sudjana, Ketua KADIN Jabar periode 2019-2024, pada sambutannya di pembukaan Rapimprov itu menyampaikan, “Ini adalah Rapimprov KADIN Jabar pertama di periode 2019-2024. Mudah-mudahan Rapimprov ini menjadi tolak ukur bagi evaluasi KADIN Jabar, baik itu dalam penguatan kelembagaan antara KADIN Jabar dengan KADIN di Indonesia, maupun penguatan secara official kelembagaan KADIN Jawa Barat yang hubungannya dengan penguatan ke bawah yaitu KADIN di kota kabupaten di seluruh Jawa Barat,” jelas Tatan Pria Sudjana mengawali.

Rapimprov KADIN Jabar 2019

Tatan juga menjelaskan tema yang diusung pada kegiatan Rapimprov 2019 ini, yaitu Membangun Pengusaha Unggul Berbasis Kearifan Lokal Menuju Pasar Global.

“Tema ini kami ambil dan ada tiga kata kunci didalamnya, yaitu pengusaha unggul atau sekarang yang sering kita dengar adalah SDM unggul berbasis kompetensi. Kata kunci kedua adalah kearifan lokal, kearifan lokal ini adalah nilai-nilai positif yang terkandung dalam potensi-potensi yang ada di daerah, baik itu potensi ekonomi, potensi SDM, maupun potensi lainnya seperti budaya dan keragaman hayati yang ada,” jelasnya.

Ketiga, lanjut Tatan, adalah pasar global. “Dalam era disrupsi, dalam era revolusi 4.0, kita memang tidak terlepas di posisi kompetisi global,” lanjutnya.

Untuk itu, kita mengambil tema ini untuk mengangkat semua potensi-potensi unggulan ekonomi di kabupaten kota oleh pengusaha-pengusaha unggul, sambung Tatan, yaitu pengusaha-pengusaha yang punya integritas, skill dan inovasi.

Dicky Saromi yang pada kesempatan tersebut menyampaikan sambutan dari Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan bahwa Rapimprov KADIN ini memiliki implikasi strategis dan penting bagi pembangunan Jawa Barat.

“Tadi sudah disebutkan bahwa Rapimprov ini akan mengevaluasi satu tahun kegiatan yang telah dilaksanakan dan bagaimana menyusun rencana kerja tahun mendatang. Hal ini tentu kami tunggu, karena dalam upaya mencapai visi Jawa Barat, Jawa Barat juara lahir batin, ada kata kuncinya yakni harus inovasi dan kolaborasi. Ini akan tergantung pada peran dunia usaha yang ada dalam diri KADIN, khususnya KADIN Jawa Barat,” jelasnya.

Bagi kami Pemprov Jawa Barat, lanjut Dicky Saromi, investasi adalah kabar baik, tapi akan menjadi kabar buruk apabila investasi tidak memberikan multiplier effect yang positif khususnya bagi kesejahteraan masyarakat Jawa Barat.

“Dalam rangka kolaborasi ini, maka ada langkah yang kami coba, untuk sekarang kami siapkan. Salasatunya adalah mencari alternatif biaya pembangunan, diantaranya upaya kita untuk segera menyusun formulasi tentang obligasi daerah, yang nanti kita harapkan akan bisa membangun agenda-agenda strategis yang saat ini kita cita-citakan bersama,” ungkapnya.

“Obligasi daerah ini harapan kami akan menjadi agenda bahasan nanti di Rapimprov KADIN Jabar, sehingga ketika nanti ini dihasilkan ada beberapa rencana tindak, kami akan sambut positif untuk sama-sama kita kolaborasikan,” harap Dicky Saromi.

Sedangkan ketua KADIN Pusat, Rosan Perkasa Roeslani, seiring dengan membuka Rapimprov KADIN Jabar ini mengingatkan dan menyoroti terkait dengan upaya meningkatkan SDM yang unggul.

“SDM adalah hal yang penting yang harus kita utamakan. Kita ketahui bersama bahwa kita sedang mengalami perlambatan perekonomian dunia yang berdampak juga secara regional kepada hampir seluruh negara termasuk juga Indonesia,” jelasnya.

Jadi, lanjut Rosan, pengusaha unggul ini menjadi kuncinya. “Kalau kita berbicara pengusaha unggul, kita berbicara Sumber Daya Manusia (SDM), kita berbicara human capital.,” ujarnya.

Kita coba sharing sedikit, kata Rosan Perkasa Roeslani, jumlah tenaga kerja kita total ada 133 juta orang. 40 persen pendidikannya Sekolah Dasar, bahkan kalau kita lihat lebih dalam lagi dari data Tenaga Kerja (Kemenaker), 24 persennya pernah duduk di SD namun tidak selesai.

“Kemudian 18 persen adalah lulusan SLTP, dan hanya 12 hingga 13 persen dengan latar belakang universitas atau diploma,” ungkapnya.

“Dengan struktur tenaga kerja seperti ini, bagaimana kita menuju pertumbuhan nasional yang berkualitas. Karena pertumbuhan Indonesia akan berkesinambungan dan berkelanjutan apabila manusianya juga tumbuh dan berkembang serta lebih baik,” kata Rosan menekankan.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, harus bersama-sama dunia usaha apabila kita ingin mempunyai sumberdaya manusia yang meningkat. Dan kita pun menyadari, tidak mungkin seluruhnya tenaga kerja kita itu masuk ke dalam universitas atau akademi, sehingga meningkatkan pendidikan vokasi menjadi hal yang sangat penting dan krusial dalam rangka kita meningkatkan kualitas sumberdaya manusia kita,” beber Rosan Perkasa Roeslani.

Usai sambutan dan pembukaan, kegiatan berlanjut dengan coffee break dan kemudian menuju agenda utama Rapimprov untuk evaluasi dan membangun rencana kerja tahun berikutnya. [St]