Koalisi Partai Golkar Tegaskan Pasangan Dibas Tak Bisa Berubah, Partai Pengusung Akan Bertambah

oleh
Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Kendal dari Partai Golkar Dico Ganinduto dan H Windu Suko Basuki

SOROTNUSANTARA.COM , Kendal – Partai Golkar telah mantab berkoalisi dengan Demokrat, PAN dan PKS dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kendal akhir tahun ini. Mereka semakin memantapkan langkah mengusung pasangan Dico Ganinduto dan H Windu Suko Basuki untuk ikut berpartisipasi dalam pemilihan bupati Kendal.

Pasangan yang dikenal dengan nama Dibas dinyatakan telah resmi mengantongi tiket untuk maju di pilkada Kendal dari koalisi partai Golkar, “Rekomendasi sudah final. Pasangan Dibas sudah fix dan tidak berubah lagi. Apalagi partai yang mengusung juga sudah cukup,” terang Dico saat ditemui di salah satu Resto di Kendal, selasa (25/8/2020).

Menurut Dico, saat ini masih ada kemungkinan partai lain ikut menyusul mendukung dirinya maju dalam Pilkada. Pasalnya, sampai saat ini belum ada partai yang menurunkan rekomendasi selain partai-partai yang mengusung dirinya, sementara waktu pendaftaran sudah kian dekat.

“Kita lihat dinamikanya nanti seperti apa. Semoga dalam dua tiga hari ini ada informasi,” harapnya.

Menurut suami aktris Chacha Frederica, idealnya untuk maju di Pilkada Kendal setidaknya ada lima partai yang mengusung.

Lebih lanjut ia membeberkan, dari awal mencalonkan diri maju di Pilkada Kendal, semua partai politik sudah diajak berkomunikasi, termasuk PDIP, PKB, Gerindra, PPP dan partai-partai lainnya, “Karena menurut prinsipnya saat nanti dipercaya diberi amanah menjadi bupati semua partai harus dirangkul,” ujarnya.

Beredar kabar jika Partai Perindo juga siap merapat mengusung dirinya dalam Pilkada Kendal tahun ini, namun ia mengaku tidak tahu persis dari mana isu tersebut berkembang. Bahkan, dalam alat peraga pasangan Dibas yang beredar di media sosial, terpampang gambar Partai Perindo.

Terkait hal itu, Dico juga mengaku tidak tahu siapa oknum yang telah membuatnya. Didampingi sang calon wakil bupati H Basuki, dia juga menceritakan kenapa dirinya yang awalnya maju sebagai Bacawabup namun kini berbalik menjadi Bacabup.

“Semua karena dinamika politik. Seiring dinamika yang terjadi, kita menghendaki apa lalu akhirnya menjadi seperti apa adalah hal yang wajar dalam politik,” ucapnya.

Menurut Dico, mengabdi bukan karena soal jabatan bupati atau wakil bupati tapi sebuah amanat dari partai yang harus dilaksanakan. Karena itu, ia menyambut amanat partai agar dirinya menjadi calon bupati dan Basuki sebagai calon wakilnya dengan segera melakukan pertemuan untuk menyamakan visi misi.

“Setelah ada kesamaan visi misi, ya Bismillah, kita berjuang maju bersama untuk Kendal,” jelasnya.

Senada, H Basuki menegaskan, pasangan Dibas sudah solid untuk maju di Pilkada Kendal dan memiliki kesamaan visi misi. Hal ini dikuatkan dengan pernyataan tegas dari calon bupati yang didampinginya, yakni jika semua visi misi yang dirumuskannya tidak ada yang akan ditinggalkan.

Berbaliknya Basuki yang sebelumnya ingin maju sebagai calon bupati dan kini malah menjadi calon wakil bupati, dilakukan Basuki karena ada sebuah kepentingan yang lebih besar, “Ada anak muda yang lebih gesit, cekatan dan terampil, maka saya beri kesempatan karena kita juga memiliki kesamaan visi misi,” kata Basuki. (arh)