KNTI Desak Pemerintah Kota Semarang Penuhi BBM Nelayan

oleh

SorotNusantara.com , Semarang – Sudah lama nelayan di Tambak Lorok kesulitan mendapatkan bahan bakar untuk melaut, terlebih ketika AKR (sebuah stasiun pengisian bahan bakar nelayan milik PT AKR Coporindo.tbk) yang berada di RT 02 RW 15 Tambak Lorok tahun 2015 tidak beroperasi.

Masalah tersebut tidak hanya dialami nelayan Tambak Lorok saja, melainkan nelayan Mangkang Wetan dan Mangun Harjo juga mengalami kesulitan yang sama. Hal ini lantaran tidak adanya SPBN untuk nelayan.

Hal tersebut menjadi topik dalam kegiatan forum dialog antara nelayan dengan pemerintah yang dilaksanakan pada tanggal Kamis, (18/7/2019) lalu di Hotel Horison, kawasan Kota Lama, Semarang

Menurut Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Kesatuan Nelayan Tradisional (KNTI) Kota Semarang, Slamet Ari Nugroho, pemerintah semestinya memperhatikan Undang-undang no 7 Tahun 2016 tentang perlindungan dan pemberdayaan nelayan.

Oleh sebab itu pihaknya mendesak agar Pemerintah dapat melaksanakan amanat UU tersebut yang terdapat pada pasal 3 ayat a mengenai penyedian sarana dan prasarana yang dibutuhkan nelayan.

“Pemerintah harus sesegera mungkin membangun SPBN di Kampung Nelayan agar nelayan lebih mudah mengakses bahan bakar. Nanti untuk pengelolaan SPBN bisa diserahkan kepada koperasi nelayan,” ujarnya.

Menegaskan hal senada, Ali Mahmudi, salah seorang nelayan Tambak Lorok mengungkapkan saat ini tidak ada SPBN di area tersebut. “Padahal ini kampung nelayan,” keluhnya. Oleh karena itu berharap adanya sebuah SPBN yang dikelola oleh nelayan.

Menurut data yang dipaparkan ketua KNTI Riza Damanik dalam aktifitas produksi nelayan menghabiskan BBM mencapai 60% dan bahkan lebih. “Nah, Kalau BBM itu sulit didapatkan atau bahkan lebih mahal maka ongkos produksinya akan semakin tinggi. Bila membeli ke SPBU tidak diperbolehkan, maka harus dipastikan SPBN-nya ada. Agar biaya produksi nelayan rendah, sehingga nelayan lebih untung,” bebernya.

Kristiyono selaku perwakilan Dinas Perikanan Semarang mengungkapkan bahwa pihaknya bersama Pertamina serta beberapa KUB nelayan yang ada sudah melakukan koordinasi dengan nelayan. Sayangnya, ia tidak menyampaikan tentang hasil pertemuan tersebut. (arh)