Ketua DPRD Jateng, Rukma Sebut Kejahatan Narkoba Extra Ordinary Crime

by -176 views
Focus Group Discussion "Jawa Tengah Darurat Narkoba?"

SorotNusantara.com , Semarang – Narkoba disebutkan sebagai sebuah sesuatu yang merusak generasi muda. Demikian bahayanya, Ketua DPRD Jawa Tengah, Rukma Setyabudi menyatakan perlunya menyebut kejahatan penyalah gunaan narkoba sebagai extra ordinary crime (kejahatan luar biasa) karena dampaknya sangat masif dan luar biasa.

“Karena dampaknya sangat masif dan luar biasa, karena bisa membahayakan negara dan bahkan antar negara,” kata Rukma saat mengisi Focus Group Discussion “Jawa Tengah Darurat Narkoba?” di Ruang Banggar DPRD Provinsi Jateng, Gedung Berlian, Jalan Pahlawan No 7 Kota Semarang, Kamis (4/3/2019).

Rukma melanjutkan, untuk menjaga bangsa Indonesia dapat terbebas dari penyalahgunaan narkoba dibutuhkan kepedulian semua pihak, bukan hanya pemerintah dan penegak hukum saja.

“Ini merupakan urusan kita bersama, urusan anak bangsa, kalau dibiarkan sasarannya bisa sampai anak kecil pun jadi korban. Ini membahayakan masa depan bangsa,” tandasnya, “Jadi ini sudah tepat kalau kita masukkan sebagai extra ordinary crime,” ujarnya.

Rukma menerangkan, edaran-edaran yang ada dirasakan kurang efektif. Karenanya, perlu tindakan yang lebih riel, disebutkannya, tes urine, monitoring dan kejelasannya dalam bentuk regulasi.

“Kita lakukan tes urine ke semua dinas, instansi dan sekolahan. Di sinilah perlunya pencegahan, penyalahgunaan, dan pemberantasan narkoba. Dan salah satu kuncinya adalah payung hukum,” tegasnya.

Kepala BNNP Jateng, Brigjenpol M. Nur memaparkan, jumlah penyalahgunaan narkoba di Jateng mencapai lebih dari 300.000 jiwa, 50,34 % berstatus sebagai pekerja, 27,32 % masih berstatus pelajar atau mahasiswa, dan 22,34 % pengangguran. Kasus lain, hasil ungkap kasus BNNP Jateng tahu 2018 sudah lebih dari 10,3 Kg Sabu.

Dikatakan, dalam melaksanakan tugasnya, BNNP Jateng terus meningkatkan upaya dalam mendeteksi pembawa atau pengedar narkoba. Dari peredarannya, 80 persen narkoba diselundupkan melalui jalur laut. Karenanya selain memanfaatkan ketajaman penciuman anjing pelacak, pihaknya juga menggunakan detector sebagai alat pelacak narkoba.

Mewakili Direktorat Serse Narkoba Polda Jateng, Dyah Tri Nugrahjati menerangkan perlunya memberikan edukasi dalam hukum sosial masyarakat. Dari kasus para pengguna narkoba yang berurusan hukum sebab menjadi pengedar narkoba berasal dari penilaian buruk masyarakat. Sebab, gagalnya mereka untuk kembali ke lingkungan sekitarnya berakibat pada jaringan pengedar narkoba. (arh)