,

Kerja Sama Apik, Ansor dan Pecalang Amankan Nyepi

oleh
Foto: dokumentasi Banser dan Pecalang Desa Banyupoh saat menjaga keamanan Nyepi di salah satu ruas jalan

SOROTNUSANTARA.COM , Buleleng – Indonesia memiliki keragaman suku, budaya, dan agama. Untuk menjaga keharmonisan antarumat beragama dibutuhkan saling pengertian dan kerja sama yang baik. Hal telah ini berlangsung lama di Pulau Dewata, contohnya di Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali.

Meski demikian, dibutuhkan formulasi yang lebih kekinian dalam menjaga hubungan baik tersebut seperti Pecalang, sebuah Pam Swakarsa yang dilakuan ‘polisi tradisional’ atau ‘polisi adat’.

“Pecalang itu terbentuk di Provinsi Bali sebagai koordinator keamanan. Apapun kegiatan adat dan keagamaan di Bali, Pecalang koordinatornya,” kata Ketua Pecalang Banyupoh, Anak Agung Rai Susila usai melakukan kegiatan pengamanan Nyepi di Desa Banyupoh, Senin (15/3/2021).

Meski keberadaan Pecalang dilindungi oleh Pemerintah Daerah Provinsi Bali, namun bukan berarti mengabaikan aparat keamanan pemerintah. “Kegiatan pengamanan di Bali ini tidak terlepas dari koordinasi dengan pihak terkait seperti Kepolisian, dan Tentara,” ungkapnya.

Selaku koordinator yang ditunjuk oleh pemerintah, Pecalang dapat bekerja sama dengan Linmas selaku aparat desa yang dibentuk pemerintah dan umat lain, seperti Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kolaborasi dengan keamanan dari umat lain yaitu Banser

“Perjalanan Nyepi pada tahun ini sampai tengah malam berjalan dengan aman, untuk itu kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang baik dalam mengamankan penyepian di Banyupoh,” ucapnya.

Menurutnya, apa yang terjadi di Desa Banyupoh tak berbeda dengan desa lain yang di Bali. Hal ini secara menyeluruh dibawah pantauan dan imbauan dari kepala desa dan tokoh adat setempat.

Terkait keterlibatan Banser dalam pengamanan Nyepi di Bali, dia menyebut sudah berlangsung lama, perbedaan yang mencolok hanya secara wadah organisasi. “Sebelumnya kita punya Pagar Nusa, sekarang setelah terbentuknya Ansor Banser tetap berkolaborasi dalam keamanan upacara adat dan keagamaan secara lintas iman,” bebernya.

Hal senada ditegaskan Ketua Pimpinan Ranting (PR) Ansor Banyupoh, Abdul Rohim. Bagi para aktivis muda Nahdlatul Ulama, menjaga keamanan dan kenyamanan umat agama lain dalam beribadah adalah kewajiban sebagai sesama putra bangsa Indonesia, khususnya Bali.

“Hal ini (pengamanan Nyepi, -red) bukan hal yang baru bagi kami, seperti yang dikatakan Ketua Pecalang tadi, kita selalu berkolaborasi,” ujarnya.

Ia pun mengapresiasi peran Pecalang dalam kegiatan keagamaan umat Islam. “Intinya kita saling menjaga keharmonisan yang sudah kita bina selama ini,” tegasnya.

Adanya kerja sama tersebut, lanjutnya melahirkan saling pengertian dan toleransi antaraumat beragama. “Alhamdulillah dengan terlibatnya kita, Ansor dan Banser dalam Hari Raya Nyepi ini meminimalisir ketersinggungan antarumat beragama,” tuturnya. (arh)