,

Kepala Manyung Bu Fat Jadi Klaster Baru, Begini Kata Hendi

oleh
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat diwawancarai media. (arh)

SOROTNUSANTARA.COM , Semarang – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan orang yang memiliki riwayat pertemuan di warung makan Kepala Manyung Bu Fat sudah dikarantina.

Hendi, sapaan akrabnya, mengatakan itu menjawab pertanyaan media di halaman Masjid Agung Semarang (MAS), Kauman, Semarang Tengah, Kota Semarang.

“Klaster Bu Fat sudah dilakukan tracing ke keluarga dan tetangganya. Hari ini kalau tidak salah sekitar 20an. Saya tidak tahu pasti perkembangan terakhir, tapi yang pasti hasil dari pengecekan ke temannya, ke keluarganya, ke relasinya, ketemu angka sekitar itu. Ya ini dimasukkan ke rumah dinas untuk di karantina,” kata

Ia pun meminta kepada seluruh masyarakat untu patuh dengan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19, “Supaya tidak terjadi hal-hal yang seperti tidak kita inginkan. Ikutinlah SOP kesehatan,” pintanya.

Dijelaskan, para pelaku usaha untuk mengatur jarak antar meja pelanggan maupun antar individu. Selain itu, menyediakan tempat cuci tangan atau hand sanitizer dan melakukan cek suhu tubuh.

“Orang mau masuk dicek suhunya. Kalau dia panas kemungkinan dia panas ya sudah gak usah masuk dulu. Kalau ada wastafel lebih baik, kalau gak pake hand sanitizer. Saya rasa perlu kedisiplinan dan keseriusan untuk bisa kita putus mata rantai ini,” ujarnya.

Ramai diberitakan sebelumnya, Warung makan Kepala Manyung Bu Fat yang berada di Jalan Ariloka, Kelurahan Krobokan, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang menjadi klaster penyebaran Covid-19.

Di warung tersebut, memang telah disediakan tempat cuci tangan. Namun warung yang dikenal laris tersebut tidak melakukan cek suhu dan pengaturan jarak aman terhadap pelanggan.

Kasus ini terungkap setelah seorang pekerja di warung tersebut dinyatakan positif Covid-19.

“Memang ada klaster baru Krobokan, kan tadinya mulus tidak ada kasus. Awalnya salah satu yang kerja di situ (warung Kepala Manyung Bu Fat) dirawat di rumah sakit,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Moh Abdul Hakam, dikutip dari Detikcom. (arh)