Kepala Desa Nanjung : Penanganan Citarum Oleh TNI Lebih Efektif Daripada Oleh Pemerintah Sipil

oleh
Kepala Desa Nanjung : Penanganan Citarum Oleh TNI Lebih Efektif Daripada Oleh Pemerintah Sipil

KAB. BANDUNG, sorotnusantara.com,- Kepala Desa Nanjung, Kecamatan Margaasih, Dian Irawan, mengaku bahwa penanganan permasalahan DAS Citarum lebih efektif dilaksanakan oleh militer atau TNI daripada oleh pemerintah sipil.

Hal tersebut dikatakannya usai paparan sosialisasi Citarum Harum oleh DLH Kabupaten Bandung, Robby Dewantara, serta Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat yang dilaksanakan di Lapang futsal Jl. H. Aen Suhendra RT 003 RW 011, Desa Nanjung, Kecamatan Margaasih.

“Jadi, kesadaran masyarakat yang paling penting untuk mewujudkan sungai bersih. Setelah ditelaah, memang benar, khususnya bagi masyarakat, kalau kegiatan penanganan sungai ini dilaksanakan oleh militer atau TNI lebih efektif daripada oleh pemerintah sipil,” kata Dian Irawan.

“Ditambah dengan acara sosialisasi hari ini, setidaknya masyarakat yang ada di bantaran sungai lebih memahami dan lebih mengerti apa yang dilakukan Satgas Citarum guna menjadikan sungai menjadi bersih dan bermanfaat bagi masyarakat,” terangnya.

Kepala Desa Nanjung ini menyebutkan, bahwa untuk meningkatkan disiplin warga, salasatunya TNI tidak segan memberikan sanksi berupa push up atau turut membersihkan sungai bagi warga yang kedapatan membuang sampah sembarangan. Termasuk sanksi kepada pabrik yang membuang limbah.

Alhamdulillah, dari tahun ke tahun kesadaran warga sudah ada peningkatan. Menjaga kebersihan lingkungan dan sungai ini juga selaras dengan program Kabupaten Bandung saat ini, yakni Sabilulungan Raksa (Rumah, Air, Kakus, Sampah) Desa,” jelasnya.

“Jadi, terimakasih atas kehadiran Satgas Citarum disini, mudah-mudahan tahun 2022 target Raksa di Desa Nanjung dapat tercapai,” harapnya.

Sebelumnya, pada giat paparannya, Kolonel Inf Yusep menyampaikan pembinaan mindset warga dalam mengolah sampah rumah tangga dengan memilah sampah organik dan anorganik serta melarang buang sampah sembarangan apalagi ke bantaran sungai khususnya DAS Citarum.

Selain limbah rumah tangga juga sosialisasi permasakahan DAS Citarum lainnya, seperti limbah pabrik, limbah kotoran ternak dan karamba, lahan kritis, bangunan liar di bantaran sungai juga sedimentasi.

[BoyOmar]