Kepala BKIPM Bandung Silaturahmi Ke Posko Sektor 21, Siap Kolaborasi Edukasi Ikan Endemik Jabar Di Taman Kehati Cimahi

oleh
Kepala BKIPM Bandung Silaturahmi Ke Posko Sektor 21 Taman Kehati Cimahi, Siap Kolaborasi Edukasi Kembangkan Ikan Endemik Jabar
Kepala BKIPM Bandung, Dedy Arief Hendriyanto (kedua dari kiri), bersama Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat (kedua dari kanan), saat diwawancarai awak media usai kegiatan silaturahmi di Posko Sektor 21 Satgas Citarum Taman Kehati, Cipageran, Kota Cimahi, Minggu (6/9/2020).

sorotindonesia.com, CIMAHI,- Kepala BKIPM (Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Produk Perikanan – KKP) Bandung, Dedy Arief Hendriyanto, kunjungan silaturahmi ke Posko Sektor 21 Satgas Citarum di Taman Kehati, Cipageran, Kota Cimahi, Minggu (6/9/2020).

Diterima oleh Dansektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat di aula terbuka Posko Sektor 21, Kepala BKIPM Bandung berkesempatan berdiskusi banyak hal terkait dengan lingkungan dan keberadaan Taman Kehati Cimahi sebagai hutan kota dan wadah edukasi lingkungan bagi masyarakat.

Turut pada kegiatan tersebut Ketua Citarum Institute sekaligus penggagas terbentuknya DKF (Duasatu Kehati Foundation) Dr. Eki Baihaki dan Zakaria, S.E.

Usai berbincang dan berdiskusi, dilanjutkan kemudian dengan peninjauan tempat pembibitan pohon, area perkemahan dan ke taman bambu, di mana terdapat banyak jenis pohon bambu yang tumbuh, juga pemantauan kolam ikan berukuran 20 meter x 10 meter yang sedang dalam proses pembangunan.

Ditemui oleh awak media usai kegiatan, dikatakan oleh Dansektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat, “Hari ini, Minggu tanggal 6 September 2020, Posko Sektor 21 kedatangan Kepala BKIPM Bandung, Bapak Dedy Arief, kami ditemani juga oleh Dr Eki Baihaki dan Bapak Zakaria, untuk koordinasi dan berdiskusi tentang bagaimana kedepannya mengembangkan Taman Kehati ini, salasatunya dengan BKIPM,” kata Kolonel Yusep.

“Kita disini sedang menyiapkan kolam, mudah-mudahan kedepannya bisa menjadi contoh bagi masyarakat bagaimana cara budidaya ikan dengan baik dan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat,” terangnya.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Dansektor 21 bahwa keberadaan Taman Kehati Cimahi ini, tidak hanya menghutankan, tetapi juga memberikan nilai pendidikan, serta edukasi lingkungan flora dan fauna.

“Jadi, kita di Sektor 21 ini tidak hanya menghutankan, tetapi juga kegiatan-kegiatan lainnya terkait edukasi lingkungan juga pendidikan. Sehingga keberadaannya bisa bermanfaat bagi masyarakat khususnya di Kota Cimahi,” urai Kolonel Yusep.

Kesempatan yang sama, Kepala BKIPM Bandung, Dedy Arief Hendriyanto, mengungkapkan apresiasi dan terimakasihnya atas silaturahmi yang terjalin dengan Sektor 21 Satgas Citarum.

“Saya berterimakasih kepada Dansektor 21, Pak Yusep, ini sebagai bentuk apresiasi kita berkolaborasi juga bersinergi dalam rangka membangun negeri,” ucapnya mengawali dihadapan wartawan.

“Jadi, tadi kita sudah banyak berdiskusi, ternyata lahan (Taman Kehati) ini sangat potensial sekali apabila kita kembangkan menjadi tempat wisata edukasi juga konservasi yang nanti konsepnya kita susun bersama, terutama kita sedang campaign ikan-ikan predator dan invasif yang dilarang masuk ke Indonesia. Itu ikannya nanti kita display disini. Termasuk ikan endemik yang ada di Jawa Barat,” terang Dedy Arief yang lingkup wilayah tugasnya di Jawa Barat, selain Indramayu, Cirebon dan Pangandaran.

“Sehingga tempat ini bisa menjadi kunjungan yang multi locus, bukan saja jenis tanaman, tetapi juga ada ikannya. Dan ini potensial sekali,” ujarnya.

Dedy Arief juga mengungkapkan, awalnya tidak menyangka ada taman hutan kota di Kota Cimahi. “Saya juga tidak menyangka, di luar ekspektasi saya, Cimahi ini ada hutan penyangga udara untuk kota ini,” ungkapnya.

Ia berharap, kerjasama kedepannya tidak terbatas pada edukasi kepada masyarakat terkait pemahaman terhadap ikan, tetapi juga melibatkan komunitas dalam cara mengelola ikan yang bagus dan sehat yang disajikan di meja makan.

“Disini saya kira kita bisa knowledge sharing dengan seluruh jajaran tentang pemahaman dan penanganan ikan yang baik dan benar. Bahkan mungkin disini diadakan kegiatan cooking class bagi misalnya ibu-ibu Persit. Kita akan bantu ajarkan cara membuat fillet ikan yang bagus, serta cara memasaknya yang bagus,” pungkas Dedy Arief.

[St]