,

Kasus Anak Diare di Puskesmas, TPD Ungkap Satu Keluarga Tanpa KK

oleh
TPD bersama keluarga tanpa KK di RSUD Wongsonegoro

SorotNusantara.com , Semarang – Suyatno 60 th bersama istrinya, Dwi Handayani (40 th) terpaksa tak memiliki kartu keluarga (KK) lantaran keduanya menikah siri. Dari hasil perkawinan keduanya dikaruniai dua orang anak, Nova Aditya (7 th), dan Prastyo (5 th).

Koordinator Tim Penjangkauan Dinas Sosial (TPD) Dwi Supratiwi mengatakan keduanya mengaku sebagai warga Delik rejo RT 07 RW 11, Kelurahan Tandang, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, “Yang punya identitas cuma ibunya,” kata Tiwi, sapaannya.

Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Tembalang ini melanjutkan, kasus tersebut diketahui karena adanya laporan dari Puskesmas Halmahera yang menginformasikan seorang anak dibawa oleh orang tuanya ke puskesmas dalam keadaan lemas karena sakit diare dan muntah.

“Karena kondisinya gawat darurat maka dirujuk ke RSUD Wongsonegoro. Kendalanya pasien tidak memiliki identitas sehingga puskesmas minta pendampingan dari Dinsos,” ungkapnya.

Setelah ditelusuri keterangan yang diperoleh dari Dwi Handayani ternyata wanita tersebut menikah siri dengan Suyatno sehingga tidak memiliki surat nikah. Masalah lainnya, sang suami juga tidak memiliki kartu identitas yang menunjukkan kejelasan asal usulnya.

“Pak Suyatno tidak punya identitas apapun, ia mengaku dari Rejosari Semarang timur, otomatis kedua anaknya pun tidak memiliki identitas,” jelasnya.

Menjaga dari adanya wabah, keluarga tersebut segera dirujuk ke RSUD Wongsonegoro Kota Semarang untuk mendapatkan pelayanan medis seperlunya.

Anggota TPD yang ikut menjangkau, Rofi Andaryani menambahkan, dari pengakuan yang diperoleh, keluarga malang tersebut mengaku tinggal di sebuah rumah kos yang ada di daerah kelurahan Lamper, Kecamatan Candisari. “Sekarang ini sudah kami komunikasikan pada Kelurahan setempat agar bisa membantu pengurusan kartu identitas dan KK,” ucapnya.

Peraih penghargaan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Berprestasi kedua tingkat Kota Semarang ini berharap agar kedua anak keluarga tersebut bisa mendapatkan pendidikan, “Kasihan, gara gara tidak punya KK kedua anaknya juga tidak bisa sekolah,” tutupnya. (arh)