,

Kabid Rehabsos Ungkapkan Punya KIS Telantar di Jalan Kondisi Stroke

oleh
TPD saat melakukan penjangkauan. [doc]

SorotNusantara.com , Semarang – MW, warga Jl. Ngesrep Barat IV RT 01/RW 09, Kelurahan Srondol Kulon, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Pemegang kartu Kartu Indonesia Sehat (KIS) tersebut dilaporkan telantar di jalan.

Kabid Rehabsos Tri waluyo mengatakan, ada orang telantar di daerah Dempel Banyumanik,” Tim kami sudah ke lokasi, sebenarnya sudah punya BPJS,” kata di Pemkot Semarang, Rabu (1/7/2020).

Menurut informasi yang diterima Dinas Sosial Kota Semarang, orang tersebut hidupnya berpindah tempat dari lokasi satu ke lokasi lain, “Bapak tersebut ingin dimasukan ke panti sosial, maka saya kirimkan TPD (Tim Penjangkauan Dinsos) untuk mengecek di lokasi,” kata Tri mengungkapkan.

Setelah TPD mendapati di lokasi yang dimaksud, lanjutya, diketahui orang tersebut secara kebetulan juga teman semasa sekolah salah satu pegawai di Dinas Sosial, “Kondisinya saat ini stroke, sudah dua tahun katanya,” ucap Tri menuturkan.

Sebelum menderita stroke, MW berprofesi sebagai sopir bus Nusantara, dan terakhir kali menempati kos di rumah temannya sesama sopir bus yang bernama Kasmari di daerah Jatisari, Babadan, Kabupaten Semarang.

“Agar bisa ditampung di panti, kelayan (istilah penerima manfaat bantuan sosial,red) harus dilengkapi surat keterangan bebas Covid-19,” terangnya.

Sementara TPD koordinator wilayah setempat, Budhi Santoso, bersama Rudi Widodo, dan Bayu Carfu yang mendampingi kasus tersebut mengatakan, MW juga pernah tinggal di Kampung Kebonharjo I RT 02/RW 02 bersama istri dan kedua anaknya. Namun setelah perceraian dengan istrinya di tahun 2003, ia pindah di Ngesrep Barat.

“Sejak saat itu, bapak tersebut mulai hidup tak menentu, dan hidupnya berpindah tempat dari satu kos ke kos lainnya,” kata Budhi pada Sorot Nusantara.

Selanjutnya, kata Budhi, mengikuti arahan dinas sosial, ia bersama timnya segera mengantar kelayan tersebut ke Rumah Dinas Wali Kota Semarang untuk menjalani Rapid test.

“Alhamdulillah surat keterangan yang didapat ternyata dinyatakan tidak reaktif Covid-19. Tim TPD segera mengantarnya untuk ditampung sementara di Panti,” ungkapnya.

Karena kelayan tersebut masih memiliki kerabat, maka pihak dinas sosial akan melakukan konfirmasi lanjutan terkait nasib MW, “Kita coba cari dulu anaknya, katanya bekerja sebagai TU di TK Isriati,” pungkasnya. (arh)