,

Joko Sutanto Tak Lolos, Eisti’anah Cari Pasangan Baru

oleh
Logo KPU Pilkada serentak (dok/ist)

SOROTNUSANTARA.COM , Demak – Bakal calon Wakil Bupati petahana Demak Joko Sutanto dinyatakan tak lolos maju dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Demak 2020.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Demak mengumumkan Joko Sutanto tak memenuhi syarat (TMS) tes kesehatan di RSUP Kariadi Semarang lantaran memiliki gangguan kesehatan.
.
Hal tersebut dikatakan Ketua KPU Demak, Bambang Setya Budi usai menyampaikan berita acara di Aula KPU Demak, Jalan Kyai Turmudzi, Kelurahan Bintoro Demak, Minggu (13/9/2020).

“Dari hasil yang ada, untuk pasangan bu dr Hj Eistia’anah dan drs H Joko Sutanto, memang statusnya dalam prosedur dokumen ini statusnya belum memenuhi syarat, karena ada salah satu yaitu wakilnya, pak H Joko Sutanto di hasil tes kesehatannya, statusnya adalah tidak memenuhi syarat,” kata Bambang, dikutip dari Detikcom.

“Dari 10 item, statusnya menurut dokter, sifatnya sistemik. Ada gangguan sistemik tetapi yang paling menonjol pada bagian penglihatan. Ini yang kemudian dijadikan tolak ukurnya,” jelasnya.

Karena ada yang tidak memenuhi syarat, lanjutnya, maka harus dilakukan pergantian calon. Hal ini sesuai dengan ketentuan PKPU tahun 2020 pasal 54 ayat 3. Untuk itu, pihaknya memberi waktu kelengkapan syarat pergantian wakil pasangan calon hingga 16 September 2020.

“Jadi kemudian ketika hasil pemeriksaan kesehatan TMS, maka tidak ada proses perbaikan kembali. Maka salah satu perbaikan yang dilakukan adalah penggantian komposisi atau penggantian bapaslon yang posisinya adalah tidak memenuhi syarat tersebut,” terangnya.

Mengacu pada Keputusan KPU 394 tentang tata cara pendaftaran, penelitian, pengambilan nomor urut, dan penetapan calon, tim Esti-Jos juga diminta melengkapi persyaratan dokumen BKWK dan B1KWK. Dokumen B1KWK ini merupakan dokumen rekomendasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

“Bahwa di dalam melaksanakan proses pergantian bapaslon, maka seluruh proses dokumen pencalonan juga harus diperbarui. Yaitu BKWK harus diperbarui, itu artinya adalah kesepakatan berkoalisi untuk mendukung bapaslon, maka wakilnya juga harus diganti. Kemudian B1KWK atau lebih sederhananya dibahasakan rekomendasi DPP itu juga harus diperbaharui. Maka kemudian mekanisme itu yang harus dilakukan,” jelasnya.

“Dan kami akan menunggu seperti mekanisme yang ada yaitu tanggal 14-16, tanggal 16 nya kita akan tunggu sampai jam 24.00 WIB,” imbuhnya.

Meski begitu, Bambang pun membuka kesempatan bagi pasangan Eisti-Jos untuk mengajukan sengketa terhadap keputusan ini. Hanya saja, pihaknya mengingatkan batas waktu penggantian paslon hanya sampai 16 September 2020.

“Kami buka, mempersilahkan kepada bapaslon, ada hak untuk dia melakukan proses sengketa. Tetapi juga kami ingatkan tadi di forum pleno, juga harus lihat waktu. Karena waktu penggantian itu hanya tiga hari, 14-16. Jangan sampai kemudian malah merugikan bapaslon,” tutur Bambang.

Perlu diketahui, rapat pleno dihadiri paslon Eisti-Jos bersama partai pengusungnya, yakni PDIP, Partai Golkar, PKB, PPP, PAN, dan Partai Demokrat. Kemudian Bapaslon Mugi-Hebad diwakili tim pemenangan bersama dua partai pengusungnya, Partai Gerindra dan Partai Nasdem. Hasil berbeda diperolwh pasangan Mugi-Hebad yang dinyatakan lolos tes kesehatan dan memenuhi syarat.

“Atas nama pak Mugi dan M Badruddin, hasilnya semuanya memenuhi syarat. Semuanya, tidak ada yang diperbaiki. Hanya ada catatan, ada salah satu dari tim kampanye yang namanya keberatan untuk dicantumkan, itu saja. Tapi secara keselurahan dokumennya memenuhi syarat,” jelasnya. (arh)