Jogging Track Menantang Di Posko Sektor 21 Citarum Harum Taman Kehati Kota Cimahi

oleh
Jogging Track Menantang Di Posko Sektor 21 Citarum Harum Taman Kehati Kota Cimahi

CIMAHI, sorotnusantara.com,- Udara yang sejuk dan segar di area Posko Sektor 21 Satgas Citarum Taman Kehati, Cipageran, Kota Cimahi, merupakan suasana yang dirasa pas bagi warga yang ingin melakukan aktifitas refreshing.

Lahan hutan kota seluas 5 hektar yang pada awal tahun 2020 didominasi oleh tanaman musiman dan rawan, setelah dikelola oleh Satgas Citarum Sektor 21 kini di sekeliling area sudah ditumbuhi bibit-bibit pohon keras dan kopi serta buah-buahan. Suasana tersebut yang ternyata mulai  banyak mengundang kunjungan warga masyarakat, baik yang datang untuk sekedar menikmati pemandangan, berolahraga, botram, maupun yang khusus untuk berswafoto.

Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat memaklumi kondisi tersebut, bahkan kini mempersiapkan fasilitas dan sarana khusus agar masyarakat bisa beraktifitas dengan lebih nyaman, antara lain pembuatan jogging track sepanjang lebih dari 500 meter. Menariknya, jogging track tersebut mengikuti kontur tanah yang miring sehingga ada sisi yang menanjak.

“Ya, area pembibitan pohon ini cukup luas, dan warga masyarakat sekitar sudah mulai banyak yang berkunjung untuk menikmati alam dan olahraga,” kata Kolonel Yusep.

Oleh karena itu, lanjutnya, dipersiapkan jogging track bagi warga yang ingin jalan-jalan atau lari sambil menikmati pemandangan.

“Akan lebih bagus jika bibit pohon yang ditanam sudah tumbuh cukup tinggi. Tapi intinya, kita ingin warga masyarakat yang berkunjung turut mencintai dan bertanggungjawab untuk mewujudkan serta melestarikan hutan kota disini,” ujar Kolonel Yusep.

Area parkir yang cukup luas di Posko Sektor 21 Satgas Citarum, saat ini pun sudah dimanfaatkan oleh warga untuk aktifitas senam.

Hal menarik lainnya, jajaran Sektor 21 Satgas Citarum ini juga telah mempersiapkan lahan guna keperluan warga masyarakat yang ingin melakukan aktifitas perkemahan. Lokasi yang disiapkan pun bukan sekedar hamparan tanah biasa, tetapi sudah dibuatkan sarana jalan dan batas dari susunan paving block serta dilengkapi tanaman rumput hias.

“Untuk perkemahan, ya kurang lebih bisa diisi 8 tenda. Tapi sementara ini tempatnya sedang kita persiapkan,” terang Kolonel Yusep.

Ketua LPM Unpas, Dr Asep Dedy Sutrisno, saat meninjau area perkemahan sebagai salasatu destinasi menarik di Posko Sektor 21 Satgas Citarum Taman Kehati, Senin (13/7/2020).

Lokasi perkemahan itu berdekatan dengan tempat penyemaian dan penyimpanan bibit pohon. Serta tidak jauh dari aula terbuka Posko Sektor 21.

LPM Unpas Dorong Terbangunnya Lembaga Independen Nirlaba Untuk Kelola Taman Kehati

Melihat potensi Taman Kehati ini, membuat kalangan akademisi turut urun rembuk dalam konsep pelestarian alam di satu-satunya hutan kota di Kota Cimahi ini.

Hal itu dibuktikan saat kunjungan Ketua LPM Unpas (Universitas Pasundan), Dr Asep Dedy Sutrisno beserta staf, ke Posko Sektor 21 Satgas Citarum tersebut, Senin (13/7/2020).

Diterima oleh Dansektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat dan inisiator Duasatu Kehati Foundation, Dr Eki Baihaki, Ketua LPM Unpas siap mendukung keterlibatan elemen pentahelix yang dibangun dalam satu kelembagaan non profit untuk mengembangkan hutan kota Taman Kehati sebagai wadah untuk konservasi pelestarian alam, edukasi lingkungan, serta wisata.

“Lembaga seperti Yayasan Duasatu Kehati tetap harus pada misi awal yakni melestarikan lingkungan,” ucap Asep Dedy dihadapan awak media.

“Nantinya program lain yang mengikuti, tetap menginduk pada pelestarian lingkungan, dan menjadi potensi dan aset Pemkot Cimahi karena Taman Kehati akan menjadi tempat wisata berwawasan lingkungan,” tambahnya.

Asep Dedy Sutrisno menegaskan, Yayasan perlu dibentuk dan dilegalisasikan agar terhindar dari sorotan negatif masyarakat.

“Yayasan itu fokus sosial dan nirlaba yang tidak secara langsung mengelola kegiatan komersil,” ujarnya.

Pihaknya, lanjut Asep Dedy, siap membantu konsep master plan pengembangan dan edukasi.

Kesempatan yang sama, Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat mengapresiasi dorongan dan masukan dari akademisi perguruan tinggi.

“Prinsipnya, pelestarian alam ini harus tetap kita jaga dan rawat. Jadi, saat sudah tidak ada TNI disini sesuai target yang diamanatkan dalam Perpres No. 15 tahun 2018, kondisinya tetap berjalan,” ucapnya.

“Terimakasih atas partisipasi dari perguruan tinggi, kita harap tidak hanya dari Unpas, tapi perguruan tinggi yang ada di Jawa Barat khususnya, guna memberikan ilmunya guna kelangsungan pelestarian alam di Taman Kehati Cimahi ini, sekaligus sarana edukasi lingkungan bagi warga masyarakat,” harapnya.

Ditambahkan oleh Kolonel Yusep, “Terkait pembentukan lembaga seperti yayasan untuk membantu mengelola hutan kota ini, tentunya Walikota Cimahi ingin mengetahui road map atau master plan agar bisa sinergi. Maka itu dipersiapkan,” tambahnya.

Lebih lanjut Kolonel Inf. Yusep Sudrajat menegaskan, yang harus digarisbawahi saat terbentuknya Yayasan Duasatu Kehati, akan ada potensi dana masuk. “Nantinya dana yang masuk akan dikelola Yayasan Duasatu Kehati dengan baik, diantaranya untuk membeli bibit, membeli pupuk dan membayar pekerja yang merawat pohon-pohon di Taman Kehati,” ujarnya.

Sedangkan inisiator Duasatu Kehati Foundation, Dr Eki Baihaki, dalam pertemuan ini menjelaskan, “Yayasan Duasatu Kehati akan concern pada konservasi hutan kota di Taman Kehati, Kampung Cimenteng, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, dan mengenalkan pada masyarakat tentang keanekaragaman hayati serta edukasi lingkungan. Diungkapkan oleh Dr Eki Baihaki bahwa ia sempat bertemu Walikota Cimahi dan membicarakannya.

“Saat kemarin bertemu Walikota Cimahi, sempat saya jelaskan tentang visi dan misi Yayasan Duasatu Kehati, dan Walikota Cimahi sangat antusias,” ungkapnya.

“Tindak lanjutnya di Taman Kehati, nantinya akan sering diadakan Diskusi Panel dengan para tokoh-tokoh pentahelix membahas isu-isu lingkungan,” tambahnya.

“Para tokoh yang rencananya akan hadir di diskusi panel di Taman Kehati, diantaranya pejabat pemerintah, para rektor perguruan tinggi, pegiat atau komunitas dan tokoh lingkungan, serta unsur bisnis,” ungkap Eki Baihaki lagi.

Eki Baihaki menambahkan lebih lanjut, Taman Kehati nantinya akan dikembangkan sebagai pusat edukasi lingkungan dan membina UMKM di bidang lingkungan, “Namun bidang apapun nantinya bisa menggunakan tempat ini, tetapi tetap akan ada tambahan materi wawasan lingkungan,” ujarnya.

“Taman Kehati yang nantinya dikelola Yayasan Duasatu Kehati bisa juga untuk menjadi pusat rekreasi bagi masyarakat,” ungkap Eki Baihaki.

“Kita juga akan memanfaatkan platform media digital dan media sosial untuk menebarkan kepedulian terhadap lingkungan,” pungkas Eki Baihaki.

[St|BRH]