,

Jelang Pilbup Semarang, Ansor Bawen Tegaskan Netral

oleh
Pembukaan PKD GP Ansor Bawen Kabupaten Semarang (ist)

SOROTNUSANTARA.COM , Semarang – Menjelang Pemilihan Bupati (Pilbup) Semarang 9 Desember Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang menegaskan posisi netral organisasi badan otonom (Banom) kepemudaan Nahdlatul Ulama (NU) dalam pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Ansor Bawen di Balai Desa Lemahireng Bawen, Sabtu (14/11/2020).

“Ansor-Banser netral dalam Pilkada, kalau ada kader yang jadi tim sukses atau tim pemenangan itu hak pribadi warga negara, jangan nyatut organisasi,” kata Ketua Ansor Bawen Tolkah Mansyur.

Sebagaimana diketahui, Kabupaten Semarang merupakan salah satu daerah yang ikut menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak. Ada 2 (dua) pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Semarang yang ikut dalam kontestasi politik lima tahunan tersebut, yakni Ngesti Nugraha-M Basari (Ngebas) dan Bintang Narsasi Mundjirin-Gunawan Wibisono (Bison).

PKD, lanjutnya tak memiliki keterkaitan sedikitpun dengan pelaksanaan pilkada maupun kepentingan politik praktis. “Harapan kami, kader yang telah ikut PKD benar-benar mampu mengejawantahkan prinsip berorganisasi dengan penuh ketawazunan (keseimbangan), baik keseimbangan dalam bergerak melaksanakan amanah secara struktural maupun secara kultural,” ucapnya.

Dikatakan, PKD tersebut merupakan angkatan kelima untuk tingkat Pimpinan Cabang (PC) dan baru angkatan pertam di tingkat PAC. Untuk itu ia berpesan agar para kader bisa tampil elegan dalam menyikapi Pilbup Semarang.

“Kalau ada kader Ansor-Banser yang ikut Panitia Pemungutan Suara (PPS) atau Panitia Pemilu Kecamatan (PPK) harus jujur dan yang ikut pengawas pemilu (Panwaslu) juga harus benar-benar mengawasi dengan baik,” pesannya.

Keduanya, lanjut dia juga bagian dari tugas Ansor-Banser sebagai organisasi yang menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebab, lanjutnya ada pihak yang tidak setuju dengan sistem demokrasi di Indonesia. “Sukseskan pemilu nanti sesuai dengan kapasitasnya, ada yang memilih, ada yang menjadi panitia dan ada yang jadi pengawas,” ujarnya.

Untuk diketahui, PKD yang diikuti oleh 52 peserta perwakilan dari semua Ranting Ansor Kecamatan Bawen menerapkan protokol kesehatan (Prokes) pencegahan Covid-19. Selama pelatihan para peserta akan digembleng dengan materi-materi yang menguatkan pemahaman Aswaja, NU, wawasan kebangsaan, dan sebagainya.

Sementara Ketua Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Bawen Kiai Sugiyanto berpesan agar para pemuda Ansor memengang prinsip ta’dhim dalam berorganisasi. “Tetap menjadi kader yang selalu menjaga khasanah kelimuan dan tetap pada prinsip keta’dhiman yang menjadi landasan utama,” tuturnya. (rokhim/arh)