,

Jelang Pemilu KNPI Jateng Ingatkan Jaga Demokrasi Untuk Masa Depan Bangsa Kita

by -157 views
Ketua KNPI Jateng, Tino Indra Wardono dalam sebuah kesempatan bersama IPPNU Jateng. (ft.doc)

SOROTNUSANTARA.COM | SEMARANG – Perubahan nasib bangsa ditentukan dengan demokrasi, pemilihan umum (Pemilu) yang semakin berkualitas akan semakin meningkatkan masa depan sebuah bangsa. Menjelang Pemilu 2019, Ketua DPD KNPI Jateng, Tino Indra Wardono mengingatkan hal tersebut dalam siaran persnya di sekretariat DPDP KNPI Jateng, Gedung Dinas Kepemudaan dan Olahraga Jateng, Jalan Pemuda Kota Semarang.

“Ayo ! Gunakan hak pilih kita tanggal 17 april beso. Pemilu itu berguna untuk menentukan nasib bangsa kita ke depan, kalau mau berubah lebih baik, ya harus ikut berperan aktif di dalam proses demokrasi,” kata Tino, Selasa (9/4/2019).

Idiologi negara kita, menurutnya, sudah terbukti membuat kita negara yang beraneka ragam suku, budaya, ras dan agama bisa rukun hingga sekarang. Pemuda, katanya, harus menjadi garda terdepan di dalam menjaga NKRI, karena keutuhan ini harus terjaga sampai anak cucu kita dan seterusnya secar turun temurun.

Lebih lanjut ia menegaskan untuk percaya penyelenggaraan Pemilu oleh KPU berjalan sesuai dengan aturan dan perundangan yang ada. “Kita harus percaya terhadap penyelenggara pemilu, KPU,” tegasnya, “dan masyarakat, khususnya kalangan pemuda harus secara benar dalam menggunakan hak suaranya besok. Ini era milenial, pemuda harus cerdas dalam zaman digital ini,” pesannya.

Selain itu, Tino menekankan pentingnya menjaga kesucian tempat ibadah. Masjid, menurutnya, lebih ditekankan sebagai tempat beribadah, bersujud, dan memperdalam ilmu agama melalui majlis taklim yang ada.

Tino melanjutkan, agama memang kerap menjadi dasar seseorang untuk berpolitik, baik ikhtiyar memilih pemimpin dan bahkan maju dalam kontestasi politik. Lebih dari itu, landasan normatif tersebut semestinya dalam segala aspek kehidupan. Namun demikian pada praktiknya, masih terdapat kampanye yang menjual ayat dan memanfaatkan masjid untuk kepentingan politik.

“Hal ini yang kami sesalkan, sayang sekali kalau masjid yang adem dengan pengajian, shalawatan, dan sebagainya justeru memanas dalam suhu politik,” tuturnya. (arh)