Jaga Kondusifitas Kota Semarang, Aliansi Masyarakat Damai Gelar Aksi Tolak Riziek Shihab

oleh
Beragam tulisan kecaman dan penolakan terhadap Riziek Shihab (ist)

SOROTNUSANTARA.COM , Semarang – Puluhan pemuda dan masyarakat menggelar unjuk rasa di bundaran air mancur Jl. Pahlawan Kota Semarang, Sabtu (21/11/2020). Mereka menenteng berbagai poster yang bernada penolakan dan kecaman terhadap Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), nampak beberapa bertuliskan; “Kota Semarang sudah damai jangan sampai terkontaminasi”, “Riziek Shihab stop buat resah masyarakat Kota Semarang”, “Riezik Shihab tidak pantas jadi panutan umat Islam”, “Riziek Shihab bukan imam besar umat Islam”, “Warga Semarang tidak butuh Riziek Shihab dan FPI”, “Riziek Shihab provokasi umat Islam”, “Islam itu ramah bukan marah-marah” dan masih banyak tulisan lainnya.

Aksi tersebut digelar masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Damai Kota Semarang (AMDKS). Spanduk utama yang mereka bentangkan bertuliskan “Aliansi Masyarakat Damai Kota Semarang Menolak Riezik Shihab”.

Koordinator Aksi (Korak) Rico Septian menuturkan, di Kota Semarang ini sudah adem, ayem dan damai, jangan sampai warga Kota Semarang terprovokasi terhadap ulah pentolan FPI Riziek Shihab setelah pulang ke tanah air beberapa waktu yang lalu.

“Kami tidak menolak kepulangan Riziek Shihab di tanah air, tapi kami minta Riziek Shihab diam, tiap buat gerakan-gerakan yang bisa membuat gaduh, resah dan tidak nyaman masyarakat. Oleh Karena itu, biar warga Semarang dan Jawa Tengah tetap kondusif, kami menolak Riziek Shihab datang ke Semarang dan Jawa Tengah pada umumnya,” ucap dia disela aksi berlangsung

Rico menegaskan, pihaknya mengecam dan menolak segala kerusuhan dan kegiatan-kegiatan, dakwah atau ucapan yang provokatif yang menimbulkan perpecahan dab memperkeruh persatuan bangsa.

Aksi Aliansi Masyarakat Damai Kota Semarang menolak pentolan FPI Habib Muhammad Riziek Shihab

“Kami elemen masyarakat kota Semarang berharap anak bangsa selalu menghormati dan menghargai segala perbedaan baik suku, agama dan ras dalam sebuah kebhinnekaan serta sedikitpun tidak ada ruang tumbuh dan berkembangnya sikap intoleran bahkan perpecahan dan kerusuhan di Negeri ini atau Kota ini,” urainya

Sementara itu, Koordinator Lapangan (Korlap) Mulyono menambahkan, aliansi masyarakat kota semarang sepakat bersama-sama melawan kelompok yang memecah belah kerukunan, keberagaman, ketentraman dan kedamaian mayarakat kota Semarang. Masih menurut Mulyono, sekarang masih era pandemi, pihaknya meminta segenap anak bangsa fokus, berkontribusi, bergotong-royong bersama-sama mengatasi pencegahan dan pemulihan wabah Covid-19.

“Di era new normal (Adaptasi kebiasan baru) masyarakat untuk patuh dan disiplin protokol kesehatan (Prokes). Jangan sampai Riziek Shihab bersama para pengikutnya membuat kerumunan yang bisa menimbulkan klaster baru dan meningkatnya penyerahan virus corona,” tegasnya. (arh)