,

Jadi Relawan Dinsos, Kader Muslimat NU di Semarang Evakuasi ODGJ

by
Ilustrasi foto; penjangkauan TPD

SorotNusantara.com , Semarang – Ada berbagai persoalan sosial yang membutuhkan uluran bantuan kita. Ada kalanya hal itu bisa ditangani sendiri ataupun secara berkelompok dalam sebuah organisasi. Pun demikian semua organisasi memiliki orientasi gerakan tersendiri.

Hal inilah yang melatar belakangi beberapa kader Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Semarang tergabung dalam Tim Penjangkauan Dinas Sosial (TPD) Kota Semarang. Satu diantaranya adalah Hj Vera Widi’ah Rini Astuti

Ketua Pimpinan Ranting (PR) Muslimat NU Kelurahan Pudak Payung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang ini mengaku sebagai kader NU harus kreatif dan memperluas jejaring untuk kemaslahatan umat. “Kader NU harus kreatif dalam memanfaatkan jejaring yang ada untuk kemaslahatan umat,” kata Vera saat disela kegiatannya di PCNU Kota Semarang, Sabtu (29/2).

Anggota Bidang Tenaga Kerja PC Muslimat NU Kota Semarang ini mengungkapkan pengalamannya sebagai relawan kemanusiaan di Dinas Sosial. “Ada banyak yang bisa kita lakukan seperti Senin kemarin,” ucapnya

Ia bersama 2 anggota TPD lainnya, Widarti dan Rudi Widodo melakukan evakuasi terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Jalan Jeruk, Kelurahan Lamper Lor Kecamatan Semarang Selatan. “Kebetulan orangnya tidak jelas dari mana asalnya,” akunya.

Diceritakannya, kegiatan itu sebagai tindak lanjut adanya laporan masyarakat bahwa di sekitar jalan jeruk ada orang linglung yang sering berpindah tempat. Setiba di lokasi yang dimaksud, ia segera mencoba mendekati target. Meski sempat membuntuti jauh lantaran ambulan masih dalam perjalanan akhirnya ia berhasil. “Kami melakukan pendekatan dan mencoba berkomunikasi agar bisa dibawa ke RSJ,” jelasnya.

Ilustrasi foto; penjangkauan TPD

Kasus serupa terjadi pada 2 (dua) hari setelahnya. Berasal dari Bantuan Komunikasi (Bankom) Polrestabes Semarang yang meresahkan warga Ngijo Kecamatan Gunungpati, tak jauh dari Universitas Negeri Semarang (UNNES). “ODGJ yang ini malah tak berpakaian,” bebernya.

Pekerja Sosial Masyarakat ini mengaku harus menyusuri dan terus berkomunikasi dengan pihak Bankom lantaran ODGJ yang dimaksud sudah tidak ditemukan di lokasi tersebut. “Orangnya jalan terus, tidak jelas arahnya,” katanya.

Tak lama berselang Vera yang bertugas bersama mantan ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Semarang M Busro dan Kelik akhirnya berhasil membawa kelayan (istilah penerima bantuan Dinsos-red) ke RSJD dr Amino Gondho Hutomo Semarang.

“Dikasih makan bilang sudah makan, diberi celana dan baju tidak mau malah pergi. Kami ikuti jalan menuju arah Kalisegoro,” paparnya.

Proses evakuasi yang melibatkan petugas kelurahan dan Bankom juga dibantu beberapa mahasiswa UNNES yang kebetulan berada di lokasi tersebut. Mereka juga aktif membujuk agar masyarakat tidak risih dengan pemandangan itu.

“Kayaknya ODGJ ini tahu kalau diikuti. Kalau melihat kami cepat-cepat sembunyi, dan kalau merasa sudah tidak diikuti jalan lagi. Itu terjadi sampai 3 (tiga) kali. Setelah jalan sampai kelurahan Kalisegoro ODGJ menghilang, kami kehilangan jejek. Setelah ditunggu setengah jam ODGJ tersebut muncul lagi di jalan utama,” ceritanya.

Ia melanjutkan, saat didekati orang tersebut lari memasuki lahan kosong sebelah lapangan sepak bola. “Kami cari tidak ketemu. Akhirnya kami putuskan untuk menunggu di depan lapangan siapa tahu seperti tadi akan kembali lagi ke jalan utama,” terangnya.

Sayangnya, setelah meluangkan waktu selama 3 (tiga) jam lebih, ODGJ tak nampak kembali. “Akhirnya saya bersama rekan-rekan pulang,” jelasnya. (arh)