,

Infografis Bencana, Media Informasi dan Pertanggungjawaban

by
Pakar infografis bencana, Indra Yogasara menyampaikan materi tentang Infografis Kekinian, saat Pelatihan Infografis Bencana,di Markas PMI Jateng, Semarang.

SorotNusantara.com , Semarang – Palang Merah Indonesia (PMI) memiliki tugas membantu pemerintah dalam bidang kemanusiaan, salah satunya di bidang penanggulangan bencana. Karena itu informasi penanganan kejadian penanggulangan bencana yang baik, tentunya dengan data yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan

Terlebih di era pesatnya perkembangan media sosial saat ini menjadikan informasi dan publikasi dapat diketahui dan disebarluaskan kepada masyarakat dalam waktu yang singkat dengan jangkauan yang luas.

“Media sosial memiliki peran besar dalam penyebaran informasi. PMI dapat memanfaatkannya untuk publikasi informasi kepada masyarakat melalui media sosial secara sederhana dan lengkap dengan infografis, agar mudah dipahami dalam waktu singkat,” ujar Mu’rifah, Kepala Markas PMI Jawa Tengah, saat menutup Pelatihan Infografis Bencana PMI Se-Jawa Tengah di Markas PMI Jawa Tengah, Semarang, Kamis (14/11/2019).

Mu’rifah mengungkapkan, hal tersebut sesuai dengan amanat UU Kepalangmerahan, yakni PMI berperan membantu masyarakat yang tertimpa bencana dan bersama pemerintah melaksanakan kegiatan kemanusiaan.

“Di Jateng, setiap ada kejadian bencana, dapat dipastikan PMI terlibat aktif memberikan bantuan baik personil, material maupun sarana lainnya, bersama dinas dan lembaga lainnya. Infografis juga dapat menjadi sarana pertanggungjawaban kepada pihak lain yang mendonasikan bantuan melalui PMI,” kata Mu’rifah menjelaskan.

Menurutnya, Pelatihan Infografis Bencana yang diikuti 35 orang staf PMI Kabupaten-Kota Se-Jawa Tengah ini, bertujuan untuk menguatkan pemahaman staf dalam menggali informasi kejadian dan penanganan bencana, serta menguatkan ketrampilan staf dalam menyajikan data menggunakan infografis.

Salah satu narasumber, pakar infografis bencana dari Jakarta, Indra Yogasara, mengatakan bahwa era 4.0 sekarang, informasi yang disajikan harus mudah dipahami dalam waktu singkat. “Infografis itu berisi data dan visualisasi, sehingga harus diperhatikan akurasi dan validitas datanya. PMI di Jateng harus mengembangkan terus, agar pelayanan PMI dapat diketahui masyarakat,” kata Indra saat menyampaikan presentasinya.

Sementara peserta dari PMI Kabupaten Pekalongan, M. Rofik Maulana mengakui manfaat dari pelatihan tersebut, “Kami semakin mengerti pentingnya penyajian data secara sederhana namun lengkap informasinya melalui infografis. Era digital saat ini, infografis sangat sesuai kebutuhan publik yang menginginkan sekali melihat sudah lengkap informasinya, ” ujarnya ringkas. (arh)