Imbas Covid-19, Jumlah Pendonor Darah Turun Hingga 50 Persen

oleh
Suasana rapat PMI Kota Semarang (doc)

SorotNusantara.com – Semarang – Wabah global Corona Virus Disease atau Covid-19 berimbas pada jumlah orang yang biasanya melakukan donor darah. Hal ini dikatakan Kepala Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang, dr. Anna Kartika Yuli Astuti, M. Biomed saat diminta keterangan persnya.

“Kurang lebih 40-50% penurunan pendonor, baik yang datang ke kantor UDD PMI Kota Semarang ataupun melalui kegiatan mobile unit (keliling,red),” kata Ana, Kamis (16/4/2020).

Padahal, lanjutnya, belum ada penelitian yang menyatakan bahwa virus Corona dapat menular melalui darah, sebab seperti yang telah lazim diketahui khalayak bahwa virus Corona menyebar melalui droplet/air liur.

Selain itu, UDD PMI Kota Semarang juga selalu menerapkan physical distanching dalam setiap penyelenggaraan donor darah sehingga saat saat ini masih tetap bisa melakukan kegiatan donor darah di beberapa tempat. Bahkan, pihaknya juga masih memiliki kerjasama dengan kecamatan se Kota Semarang memfasilitasi kantor kecamatan sebagai tempat donor darah.

“Kami juga dibantu para aparat seperti tentara dan polisi untuk membantu kami memenuhi stok kebutuhan darah untuk rumah sakit,” bebernya.

Untuk itu, ia meminta agar para pendonor tidak perlu ragu untuk datang ke UDD PMI terdekat, “Donor darah sukarela itu demi kemanusiaan, karena para pasien di rumah sakit sangat membutuhkan bantuan darah untuk kelangsungan operasi,” ujarnya.

Suasana rapat PMI Kota Semarang (doc)

Terpisah, sementara Kepala Markas PMI Kota Semarang Endang Puji Astuti mengatakan, PMI Kota Semarang telah mengadakan rapat salah satunya terkait hal itu. Rapat yang terlaksana di Aula UDD PMI Kota Semarang dipimpin oleh Ketua PMI Kota Semarang Dr. dr. Shofa Chasani.

“Kami sudah sampaikan pada pengurus kecamatan untuk menggerakkan warganya donor darah dalam bulan Ramadan dan Lebaran nanti, karena PMI sangat kekurangan stock darah untuk memenuhi kebutuhan pasien, kasihan kalau ada pasien yang membutuhkan tapi tidak ada darah,” ucapnya.

Saat ini, lanjutnya, sudah ada jadwal mobile unit (donor darah keliling,red) sebelum puasa Ramadan dan tetap melaksanakannya di bulan Ramadan maupun Lebaran, “Teknisnya nanti jadwal dapat dirubah sesuai sikon masing-masing kecamatan dan tempat tidak harus di kecamatan,” jelasnya.

Ia juga meminta masyarakat untuk mengajukan bantuan bila terdapat Orang Dalam Pemantauan (ODP) di wilayahnya, “Kalua ada ODP yang tidak mampu dapat dimintakan paket bantuan ke PMI berupa sembako dan peralatan mandi seharga Rp. 750.000, lewat surat,” jelasnya. (arh)