,

Ikhtiar Lazisnu Candiroto Ringankan Beban Pedagang Kecil

oleh

SOROTNUSANTARA.COM , Kendal – Corona Vireus Disease 2019 atau Covid-19 membuat perekonomian dunia lesu. Dampaknya, lebih dirasakan oleh masyarakat lapisan bawah yang mengandalkan berjualan makana ringan dengan target pelajar.

Rohimah (45) warga RT 08 RW 03 Desa Candiroto, Kecamatan Kendal Kabupaten Kendal Jawa Tengah selama pandemi Covid-19 tak hampir bisa mengais rejeki lantaran usahanya mengandalkan anak sekolah.

Sadean jajanan ten sekolahan. Lha Korona niki, mboten saget sadean ten sekolah. Kedah keliling,” tutur ibu dua anak ini usai menerima bantuan, Sabtu (19/9/2020).
(Berjualan makanan di sekolah. Lha karena Korona ini, tidak bisa berjualan di sekolah. Harus keliling)

Rahimah menanggung 2 anak yang masih SMA, sedangkan suaminya tak bisa bekerja karena sakit. Selain itu, perempuan yang hasil dagangannya turun drastis ini juga masih harus berjuang menghidupi mertuanya.

Matur nuwun sanget Lazisnu. Mugi-mugi bantuan meniko dados amal ingkang sae,” tuturnya.
(Terima kasih banyak Lazisnu. Mudah-mudahan bantuan ini jadi amal kebaikan)

Selain Rohimah, ada Siti (60), warga RT 14 RW 02 Desa Candiroto yang kesehariannya sebagai buruh tani. Ia memiliki 4 orang anak dan anak ketiganya sudah berkeluarga baru satu. Suaminya telah lama meninggal dunia.

Rohimah dan Siti merupakan dua orang yang mendapat perhatian NU-Care Lazisnu Kabupaten Kendal melalui Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Desa Candiroto.

Tak hanya kepada golongan ibu-ibu, bantuan modal juga menyasar Jumi’ (16) yang masih kelas 2 SMA. Biasanya ia berjualan pecel dan lotek sepulang sekolah. Ibu yang mengasihinya telah tiada. Ia berusaha membantu bapaknya yang bekerja sebagai kuli bangunan untuk kebutuhan hidupnya dan adiknya.

Menurut Ketua Lazisnu Kabupaten Kendal Khusnul Huda, pihaknya terus memonitor program Lazisnu di semua tingkatan bawahnya. Terlebih, adanya wabah Covid-19 dampaknya sangat dirasakan masyarakat, utamanya di bawah.

“Dampak secara ekonomi akibat pandemi Covid-19 sangat dirasakan oleh para pelaku usaha termasuk pedagang kecil. Lewat program Lazisnu, NU harus hadir menyapa masyarakat,” kata Huda di Graha PCNU Kendal, Senin (21/9/2020).

Sementara, Ketua Lazisnu Desa Candiroto Ahmad Munir mengatakan, pihaknya telah melakukan pendataan pedagang rumahan maupun pedagang keliling. Selanjutnya, bantuan diturunkan secara bertahap.

“Tahap awal ini untuk tiga orang. Masing-masing mendapatkan modal usaha dan alat dagang,” terangnya.

Dijelaskannya, bantuan kepada pedagang kecil terdampak Covid-19 tahap selanjutnya masih menunggu pendataan yang dilakukan oleh beberapa koordinator wilayah yang ada di kelurahan Candiroto.

Bentuk bantuan menyesuaikan kebutuhan seperti termos, panci dan sebagainya senilai Rp.150-200 dan sejumlah uang tunai.

“Semoga bantuan ini bermanfaat bagi penerimanya. Tahun depan perolehan kaleng sedekah semoga lebih meningkat agar pentasyarupan dapat lebih ditingkatkan,” terangnya.

Rais Syuriah NU Ranting Candiroto, Kiai Ahmad Qosim mengaku bangga atas peran aktif Lazisnu saat ini. Ia berharap Lazisnu terus bergerak melayani umat dan peduli kepada masyarakat. (arh)