Ikhtiar Kuatkan Perempuan Pesisir Lombok Timur

oleh
DPP KNTI saat berdiskusi santai bersama sekelompok masyarakat yang membahas tentang penguatan perempuan pesisir. (dok)

SOROTNUSANTARA.COM , Lombok Utara – Kepala Bidang (Kabid) Penguatan Perempuan Nelayan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Rosinah mengatakan perempuan pesisir memiliki potensi yang sangat baik untuk dikembangkan.

“Selama ini kerja ibu-ibu dalam pemenuhan ekonomi, sosial, khususnya perempuan pesisir masih dianggap sebagai sekedar membantu suami atau masih dalam lingkup domestik,” kata Rosinah dalam siaran pers yang dikirim kepada Sorot Nusantara, Rabu (13/1/2021).

Pernyataan tersebut dia lontarkan dalam diskusi santai bersama sekelompok masyarakat yang membahas tentang penguatan perempuan pesisir di Dusun Poton Bako Desa Jerowaru, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Sehingga, lanjutnya hak-hak untuk pemberdayaan dan perlindungan terhadap mereka tidak terpenuhi dengan baik. “Kalau ada (Pemberdayaan dan perlindungan) itu hanya sekedar pemenuhan kuota bagi program-program pemerintah,” tukasnya.

Oleh karena itu, menurutnya secara politik perempuan pesisir harus memiliki kesadaran yang cerdas dan komitmen yang terorganisir sebagai satu kekuatan bersama melalui organisasi perempuan.

“Kami harap lewat kelembagaan organisasi perempuan yakni, Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI) ini perempuan-perempuan di pesisir bisa mewujudkan apa yang menjadi mimpi bersama tentang kesejahteraan yang adil. Adil secara ekonomi, adil secara politik dan adil secara sosial,” ucapnya.

Sementara, salah satu anggota KPPI Kabupaten Lombok Utara Masmunisri menuturkan, KPPI Kabupaten Lombok Utara kondisinya masih perlu bimbingan dan pendampingan dari DPP KNTI dan Dinas terkait. Hal tersebut dikarenakan persoalan ekonomi, sosial, budaya dan politik.

“Termasuk suntikan permodalan untuk usaha pengolahan hasil perikanan,” akunya.

Sri, sapaan akrabnya pun berharap ada program pendampingan yang lebih intens, bahkan jika diperlukan ada magang atau study banding tentang usaha pengolahan hasil perikananan yang telah berhasil dirintis di daerah lain. (arh)