Ikhtiar Disdalduk dan KB Menuju Indonesia Emas Bersama Muslimat NU Semarang

oleh
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk KB) Kota Semarang Gurun Risyad Moko saat memaparkan materi didampingi Kabid KB Siti Maemunah dan Ketua Muslimat NU Kota Semarang, Hj Muslimatin Djatmiko. (sorotnusantara.com/arh)

SOROTNUSANTARA.COM , Semarang – Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk dan KB) Kota Semarang Gurun Risyad Moko mengingatkan Indonesia akan mendapatkan bonus demografi yang menurut program pemerintah hal itu disebut dengan Indonesia Emas.

Indonesia Emas merupakan suatu waktu yang didominasi oleh usia produktif. Namun, sebelum era itu semua SDM harus dipersiapkan terlebih dahulu. Maka, untuk merealisasikan Indonesia Emas, pihaknya butuh dorongan dan kerjasama dari berbagai elemen masyarakat, salah satunya Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kota Semarang.

Ia lantas menjelaskan program KB, dan mengajak para peserta KB untuk mengikuti Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) menggunakan Intraurine Decive (IUD) atau implan agar kontrasepsi itu berjalam dengan jangka panjang.

“Nah kami akan secara bertahap merealisasikan program Indonesia Emas melalui konsep Bina Keluarga Balita dan Bina Keluarga Remaja,” kata Gurun saat memaparkan materi dalam Rapat Koordinasi Penguatan Kampung KB bagi Mitra Kerja Muslimat NU Kota Semarang di gedung Majlis Taklim Nahdlatul Ulama Kota Semarang, Selasa (16/2/2021).

Dalam kesempatan itu, senior kepemudaan Kota Semarang ini juga mengajak menurunkan angka balita stunting. Gurun mengatakan, saat Rakornas dengan BKKBN pusat sudah dicanangkan konsep pemantauan perkembangan bayi 1000 Hari Pasca Kelahiran (HPK), bahkan setidaknya hingga usia 2 tahun harus cukup asupan Air Susu Ibu (ASI).

“Untuk menjalankan program itu kami memiliki tim penggerak KB bekerjasama dengan PKK di 16 Kecamatan Kota Semarang,” paparnya.

Untuk mendorong realisasi hal itu, pihaknya juga menggencarkan pragram pendidikan kesehatan reproduksi untuk remaja dengan memaksimalkan Generasi yang punya Rencana atau yang disingkat Genre di tingkat kota dan Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja untuk tingkat kelurahan.

“Selain itu kami juga menjalankan program Saka Kencana melalui pramuka-pramuka. Jadi untuk mewujudkan Indonesia Emas, kami ingin menanamkan nilai-nilai perencanaan kepada para remaja untuk masa depannya, terutama dalam hal reproduksi dan kehidupan berkeluarga,” bebernya.

Ketua Muslimat NU Kota Semarang, Hj Muslimatin Djatmiko saat memberikan sambutan pembukaan kegiatan di gedung Majlis Taklim Nahdlatul Ulama Kota Semarang (sorotnusantara.com/arh)

Namun dia mengakui jumlah partisipasi dalam prorgram ini baru sekitar 30% dari total jumlah remaja di Kota Semarang. Karena itu pihaknya masih akan menggenjot pelaksanaan program Genre, PIK Remaja, dan Saka Kencana.

Menutup presentasi, Gurun menyampaikan terimakasih kepada PC Muslimat NU Kota Semarang yang ikut berjuang menyukseskan program Disdalduk dan KB Kota Semarang.

“Alhamdulillah kami dibantu oleh Ibu Muslimatin Djatmiko selaku Ketua PC Muslimat NU Kota Semarang untuk menyampaikan aspirasi dan inspirasi untuk menunjukkan program kerja. Selain program kerja reguler, kami juga membantu korban banjir di 8 kecamatan terutama untuk perempuan, anak, dan Ibu Hamil,” tutupnya.

Sementara Ketua Muslimat NU Kota Semarang, Hj Muslimatin Djatmiko mengatakan pihaknya mendukung program Disdalduk KB Kota Semaramg karena sesuai dengan visi-misi organisasinya untuk membentuk Generasi Emas.

“Kader-kader sangat antusias dan siap mendukung program yang dicanangkan oleh Pemerintah Kota Semarang, terutama yang berkaitan dengan kehidupan keluarga yang terencana agar tercipta generasi emas dan ini tentunya sesuai dengan nilai-nilai yang kami junjung,” ujarnya.

Ditanya tentang program Kampung KB, Muslimatin mengatakan harus mempelajari terlebih dulu. “Kami akan mempelajari dulu tentang bagaimana konsep dan tahapannya. Saya yakin bisa terealisaai dengan arahan dan bimbingan dari dinas,” pungkasnya. (arh)