,

Ihtiar Pahami Masalah Pesisir, Tino Sambung Rasa Dengan Nelayan

oleh
Bacabup Kendal H Tino Indra Wardono disambut antusias saat di pemukiman nelayan Kendal

SorotNusantara.com , Semarang – Bakal Calon Bupati Kendal H Tino Indra Wardono menyambangi nelayan di Dusun Kumpulsari desa Gempol Sewu Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal. Dalam kesempatan itu, ia mencoba menyambung rasa dengan para nelayan yang lama tak melaut.

“Ya, sekedar berbagi saja, pengen reti apa saja kendala atau keluhan nelayan tradisional di sini,” kata Tino usai kegiatan, Senin (9/3/2020).

Menurut aktifis muda Jawa Tengah ini, banyak persoalan di kampung nelayan yang perlu didalami oleh siapa saja yang ingin menjadi pemangku kebijakan di Kendal.

“Siapa saja yang niat memajukan Kendal ya harus berusaha ngerti permasalahan yang dihadapi,” jelasnya.

Tino yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI Provinsi Jawa Tengah ini mengaku kurang memahami kebutuhan masyarakat pesisi, utamanya yang berprofesi sebagai nelayan.

“Kalau saya dulu kan nyervise AC, tentu beda kendala dengan nelayan,” ujarnya.

Ketua Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Provinsi Jawa Tengah periode 2018-2021 ini melihat banyak hal yang harus dimengerti dengan baik dari komunitas nelayan yang terkendala cuaca sehingga tak bisa melaut dalam 4 (empat) bulan terakhir ini.

“Selain cuaca yang kurang mendukung untuk melaut, tentu ada fasilitas bagi nelayan yang perlu diperhatikan,” ungkapnya.

Bacabup Kendal H Tino Indra Wardono saat di pemukiman nelayan Kendal

Ia lantas menyoroti kebutuhan bahan bakar mesin (BBM) bagi nelayan, dan pos pantauan keamanan dan cuaca, “Apa mereka ini juga harus ngangsu (menimba) di SPBU sepeda motor dan mobil atau ada SPBU nelayan?,” bebernya.

Lanjutnya, potensi alam yang jadi sumber kesejahteraan masyarakat yang ada di Kendal harus dikelola dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat itu sendiri. Juga pilihan pencaharian sambilan bagi nelayan saat musim yang tidak tepat untuk melaut.

Sebagai informasi, selain menerima keluhan masyarakat, Wakil Ketua Gerakan Orang Tua Asuh (Gn-OTA) Jawa Tengah ini juga ikut nyrawungi para remaja dan anak-anak yang ada di desa nelayan tersebut.

“Budayanya kan beda, jadi yang khas dari kampung nelayan, permainan anak-anaknya juga beda. Yang jelas secara umum cara pengembangan potensi sumber daya manusianya harus beda,” pungkasnya. (arh)