,

Ibu dan Menantu Bawa Cucu, Terjaring TPD Saat Mengemis

by
Foto (doc)

SOROTNUSANTARA.COM , Semarang – Tim Penjangkauan Dinsos (TPD) Semarang menangkap seorang ibu, menantu perempuan dan cucunya yang masih balita saat mengemis di pusat oleh-oleh Semarang, Jalan Pandanaran Semarang. Yoyok beserta Istianah, Tathiroh dan Kunti Septijarini Inasanti yang bertugas dalam patroli mengungkapkannya.

“Tim patroli 5 menangkap mereka saat mengemis di pusat oleh-oleh Jalan Pandanaran tadi sore,” ungkap Yoyok, Minggu (12/5/2019)

Semi (58 th), bukan nama sebenarnya, bersama menantunya Efi (22 th) juga nama samaran, membawa putrinya yang berusia 17 bulan mengemis di jalan. Perbuatan tersebut, mereka lakukan dengan alasan untuk membeli susu untuk sang buah hati.

Warga Wonosari Dalam RT 10 RW III Gunung Brintik, Semarang Selatan tersebut tak memberikan perlawanan saat dibawa masuk ke mobil. “Mereka manut saja saat diajak masuk ke mobil,” kata Tathiroh.

Dari hasil interogasi, keduanya mengaku baru sekali melakukan hal tersebut. “Ngakunya baru sekali turun untuk mengemis karena sehari hari bekerja menjual koran di daerah Taman Pandanaran dengan penghasilan sekitar Rp. 20.000,” bebernya.

Efi mengaku mengemis sembari menunggu bapak mertua dan suaminya yang bekerja membagi brosur lunpia di traffic light sekitar Jalan Pandanaran. Saat tertangkap, ia membawa tas berisi uang sebesar Rp 67.500, botol susu, dan botol berisi air putih

Sebelumnya, TPD juga menjaring seorang lansia perempuan tanpa identitas. Ia mengaku berasal dari Dongko, Pucang Gading, Demak, perempuan 70 tahun tersebut kedapatan mengemis di perempatan traffic light Jalan Peterongan. Yoyok yang saat itu bertugas bersama Rofi Andaryani, Sri Mundiyati, dan Widarti Putut segera membawa nenek tersebut ke dalam mobil patroli.

“Mbahnya berasal dari Dongko Pucang Gading, kalau berangkat dari rumah dengan naik angkutan umum sampai Peterongan, dan kalau pulang dijemput oleh anaknya,” bebernya.

Saat dimintai keterangan, nenek tersebut mengaku sudah dilarang keluar dari rumah tapi dirinya tetap nekad turun ke jalan untuk mengemis. (arh)