Hari Bahasa Ibu, Inspirasi Mewujudkan Perilaku Terpuji

by
Anak-anak tengah menari di atas panggung dalam menyambut Hari Bahasa Ibu (ft.istimewa)

sorotnusantara.com , Semarang – Ibu merupakan sosok yang ikonik dalam rumah tangga. Lebih dari seorang ayah, peran ibu acap kali diungkapkan sebagai sosok dibalik sukses anak dan suami. Bahasa ibu, terbias dalam tindakan dan kasih sayang. Namun demikian tak banyak euforia masyarakat menyambut Hari Bahasa Ibu. Hari Bahasa Ibu ini diharapkan menjadi inspirasi bersama untuk mewujudkan akhlak yang terpuji.

Sedari pagi hingga menjelang dzuhur, tampak kerumunan warga memenuhi halaman Kelurahan Kaligawe, Jalan Sawah Besar No. 13 Kompleks Rumah Susun Kaligawe, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang (10/2/2019). Seluruh warga dengan antusias menyambut Hari Bahasa Ibu yang digelar Karang Taruna Kelurahan Kaligawe (Kekal).

Ketua Kekal, Okky Andaniswari (25 th) menuturkan, untuk menyambut Hari Bahasa Ibu yang selama ini belum familiar bagi masyarakat, pihaknya bermaksud menjadikan menyemarakkan momen hari tersebut sebagai kegiatan yang diperingati setiap tahun.

“Hari Bahasa Ibu kan belum banyak yang tahu. Jadi maksud kegiatan ini baru menyiarkan pada masyarakat tentang Hari Bahasa Ibu,” ucap Okky.

Anak-anak tengah menari di atas panggung dalam menyambut Hari Bahasa Ibu (ft.istimewa)

Meski sederhana dengan menampilkan berbagai seni kreatifitas dari anak usia PAUD hingga bazar kreatifitas PKK, Okky berharap, melalui kegiatan tersebut potensi yang ada dapat ditonjolkan dan dikembangkan sesuai dengan zaman.

“Harapannya agenda ini bisa terus berlanjut seiring berkembangnya era digital saat ini, serta melihat pula potensi warga yang banyak sekali di Kaligawe ini untuk ditampilkan,” ungkapnya.

Lurah Kaligawe, Usman Budi Raharjo, SH menyatakan, peringatan HBI menjadi pemantik kreatifitas dan memacu potensi yang menunjang naiknya perekonomian warga.

“Sebenarnya potensi di wilayah ini tidak kalah dengan kelurahan lain, disamping Karang Taruna yang aktif, pastinya juga potensi warga yang banyak memiliki usaha untuk kemandirian perekonomian di Kaligawe ini,” kata Budi Raharjo menuturkan pendapatnya.

Marjuni (52 th) salah seorang warga yang mengikuti kegoatan tersebut mengaku senang. Ia berharap peringatan Hari Bahasa Ibu dapat dilaksanakan di tahun mendatang.

“Mudah-mudahan tahun depan ada lagi untuk acara ini guna menyambung silaturahmi antar tetangga RW dan juga bisa dibuat ajang kreatifitas dan bakat yang bisa menjadikan penampilan ini dikenal oleh masyarakat Kota Semarang nantinya,” akunya. (arh)