Gus Labib, Peringatan Haul Jaga Ikatan Guru Dengan Murid

by
Para santri PP Sabilunnajah saat berziarah di makam pendiri pesantren, Desa Penjalin, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal. (doc)

SOROTNUSANTARA.COM , KENDAL – Haul pendiri pesantren merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun. Yayasan Pondok Pesantren Sabilunnajah Desa Penjalin, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal memperingati haul ke-52 KH Ridwan dan Kiai Tarno ke 75. Salah satu pengasuh pesantren, Kiai Mandzur Labib menyebut haul sebagai upaya menjaga ikatan antara guru dengan murid

“Setiap tanggal 1 Muharram, kita peringati haul muassis atau pendiri pondok. Ini adalah sebentuk ikhtiar menjaga ikatan antara guru dengan murid,” katanya. Sabtu, (31/9/2019) malam.

Dia mengingatkan ajaran para kiai di pesantren yang menyatakan kiai pesantren (guru,red) sebagai orang tau ruh. Ada orang tua yang melahirkan dan ada orang tua yang membimbing ruh. Sehingga ketaatan santri terhadap guru selalu membuka jalan kesuksesan karena adanya ridla dari guru.

Diterangkan lebih lanjut, rangkaian kegiatan haul tahun tidak berbeda jauh dengan peringatan sebelumnya. Dimulai pada Jum’at malam dengan membaca Alquran secara hafalan (semaan Alquran) oleh para santri tahfidz dan alumni yang sudah hafidzah. Dilanjut kemudian pada esok harinya ziarah bersama ke makam pendiri mulai dari santri KB, TK, MTs, TPQ, MDA dan MDW secara bergantian.

Para santri PP Sabilunnajah saat berziarah di makam pendiri pesantren, Desa Penjalin, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal. (doc)

“Yang berbeda di haul tahun ini adalah pengasuh pondok saat ini tidak berada di tempat, karena sedang menunaikan ibadah haji,” ungkapnya.

Selain untuk mengenang jasa para pendiri, haul juga dimaksudkan untuk menjaga tradisi ahlussunnah wal jamaah annahdliyah.

Kiai muda yang menjabat ketua RMI Jateng periode lalu ini berharap, momen tersebut juga menjadi sarana silaturrahmi yang merekatkan hubungan para alumni. Tak lupa, dia ucapkan terima kasih pada masyarakat dan semua pihak yang mendukung terlaksananya kegiatan tersebut.

“Matur suwun semuanya, sudah membantu pesantren ini agar lebih memberikan manfaat bagi masyarakat. Mohon doanya juga, semoga pengasuh yang sedang menunaikan ibadah haji diberikan kesehatan, keselamatan dan menjadi haji mabrur dan mabrurah,” tuturnya.

Sanad dan Ilmu
Sebelumnya, Gus Labib, sapaan akrabnya, dalam sambutan haul menyampaikan sanad keilmuan KH Ridwan berasal dari KH Muhammad Dimyathi Attarmasy dari Syaikh Mahfudz Attarmasy sampai ke Rasulullah. Selain itu, KH Ridwan juga memiliki sanad keilmuan dari KH Abdul Wahab Gubugsari dari KH Abdul Karim Lirboyo yang bersambung pada Syaikh Cholil Bangkalan Madura dan sampai pada Rasulullah.

Pembacaan sanad tersebut, menurutnya, sebagai bukti bahwa amaliyah NU yang berasal dari para kiai pesantren dapat dipertanggung jawabkan. Bukan hanya dari sisi metodologi, namun juga urutan guru yang bersambung sampai pada penerima wahyu, Nabi Muhammad SAW.

Peringatan haul menghadirkan KH Abdul Hamid Suyuthi dari Semarang yang ceramahnya mengingatkan pentingnya belajar ilmu di pesantren. Hal tersebut sebagai penekanan menjaga tradisi ahlussunnah wal jamaah annahdliyah dan tidak mudah terpengaruh kepada kelompok yang suka menjustifikasi bidah dan syirik terhadap amaliyah warga Nahdlatul Ulama. (arh)