,

Gerakan Gender Potensi Cegah Radikalisme-Terorisme

by
Ketua FKPT Jateng Budiyanto saat memberikan sambutan

SorotNusantara.com , Semarang – Gerakan kaum perempuan sejatinya memiliki potensi yang besar dalam mencegah ancaman radikalisme dan terorisme, baik di lingkungan internal maupun eksternal keluarganya. Hal ini mengacu pada perannya secara natural sebagai kodratnya sebagai seorang ibu yang mendidik anak-anaknya.

Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Jawa Tengah Dr Drs Budiyanto SH, M.Hum menyatakan posisi natural tersebut jika perempuan mengaktualisasikan kodrat yang diembannya, sebagai ibu, dengan baik.

“Sayang, yang terjadi saat ini sebagian kaum perempuan di Indonesia mulai menipis komitmen dan aktualisasi kodratnya,” kata Budiyanto dalam sambutan pembukaan Dialog Perempuan Agen Perdamaian yang diselenggarakan FKPT Jateng di Hotel Pandanaran Kamis (8/8/2019)

Ketua FKPT Jateng Budiyanto saat memberikan sambutan Dialog Perempuan Agen Perdamaian

Bertajuk, Pelibatan Perempuan Dalam Pencegahan Radikalisme dan Terorisme, Budiyanto menuturkan, permasalahan yang ada saat ini karena gaung gerakan gender membuat volume kesibukan perempuan semakin meningkat, sehingga tugas mengasuh dan mengawasi anak termasuk yang masih berusia dini kadang cenderung terabaikan.

Lebih lanjut Budiyanto mengingatkan, lengah dalam mengawasi anak bisa berakibat fatal, karena lepas kontrol maka dapat dengan mudah terseret pusaran arus yang menyesatkan, termasuk arus ideologi radikalisme dan terorisme.

Budiyanto juga mengimbau agar para perempuan, utamanya ibu-ibu, untuk kembali memperkuat jati diri dan memantapkan posisi kodrat kewanitaannya dengan meningkatkan perhatiannya kepada anak dan keluarganya. Hal ini didasari dengan aksi kejahatan luar biasa yang dalam beberapa aksi terbarunya melibatkan perempuan, bahkan doktrinasinya masuk pada anak-anak.

Menurutnya, kelembutan yang melekat pada diri perempuan, harus ditambah dengan tekad untuk mendorong agar perempuan menjadi agen perdamaian sekaligus agen pencegahan tindak kejahatan luar biasa bisa terpenuhi, apalagi kalau didukung dengan aktualisasi nilai-nilai kodrati perempuan dalam kesehariannya

“Anak yang selalu merasa terayomi dan diperhatikan oleh sosok ibu akan terbentengi dirinya dari berbagai ancaman, termasuk pengaruh ancaman radikalisme dan terorisme,” tuturnya. (arh)