,

Ganti Paslon, PDI Perjuangan Demak Tegaskan Koalisi Masih Solid

oleh

SOROTNUSANTARA.COM , Demak – KH Ali Mahsun telah resmi direkomendasikan mengganti Joko Sutanto dalam Pilkada Kabupaten Demak.

Meski berganti pasangan, Ketua DPC PDIP Demak, Sri Fahrudin Bisri Slamet mengatakan koalisinya masih solid. Tidak ada partai yang keluar dari koalisi dalam pengusungan Estianah-Ali Mahsun.

Menurut Bisri, hasil rembugan bersama partainya dengan partai pengusung lain sudah sepakat untuk melakukan penggantian Joko Sutanto dengan KH Ali Mahsun.

“Kader kami sudah terwakili dengan Ibu Eisti’anah. selanjutnya untuk hasil rembukan kami memilih tokoh NU dari Mranggen yakni KH Ali Mahsun,” ujarnya, dikutip dari Tribun Jateng, Selasa (15/9/2020).

Perlu diketahui bahwa KH Ali Makhsun sempat mendapatkan dukungan dari elemen masyarakat untuk diusung menjadi Bakal Calon Wakil Bupati Demak, dipasangkan dengan Mugiono.

Namun kongsi itu bubar sebelum mendaftarkan diri ke KPU Demak. Kiai Mahsun juga diketahui mendaftarkan dirinya melalui PDIP.

Bisri mengatakan bahwa dipilihnya KH Ali Mahsun untuk menjadi bakal calon wakil bupati yang diusung partainya sudah melengkapi perwakilan suara tiap partai. Sehingga suara tiap partai sudah saling terwakili dan saling melengkapi.

“Untuk berkasnya akan segera kami susun dan kami daftarkan segera ke KPU. Surat rekomendasi dari DPP juga sudah tersedia, tinggal kami ambil besok,” jelasnya.

Sementara, KH Ali Mahsun menyatakan dirinya siap 100 persen mendampingi Eistianah dalam Pilkada yang berlangsung pada Rabu, 9 Desember 2020 mendatang. Bahkan, dirinya sudah siap segala-galanya. Ia tinggal melanjutkan visinya, “Semua putra daerah itu harus merasa terpanggil,” katanya.

Kiai Mahsun, sapaan akrabnya, mengaku terpilihnya ia mendampingi Eistianah di luar nalar. Sebab, dulu ia sempat digadang-gadang menjadi pasangan Mugiyono yang saat ini menjadi calon lawan Eistianah.

Namun, di tengah perjalanan Ali Makhsun tidak jadi mendampingi Mugiyono, “Ini di luar nalar saya. barangkali ini adalah jalan yang diberikan oleh Allah SWT. Di luar nalarnya adalah karena sebelumnya saya sudah ikut kontestasi yang tentu lawan politik dari beliau (Eistianah),” terangnya.

Terkait terpilihnya dia mendampingi Eistianah, ia menceritakan, pihak pertama yang menghubungi dirinya adalah keluarga Eistianah. Lalu disusul partai koalisi.

“Pada Minggu (13/9/2020) siang, PDIP datang ke saya, ada PKB datang ke rumah saya, dan beberapa kiai yang menelpon saya,” akunya.

“Setelah di sini ada rapat koalisi partai, dan saya harus bergabung. Saya ikut berikrar bergabung dengan kawan-kawan koalisi,” tandasnya. (arh