Gandeng Dinas Kesehatan, PCNU Pontianak Rapid Test Tiga Ratusan Santri

oleh
Foto : [nupontianak.doc]

SorotNusantara.com , Pontianak – Pada masa pandemi Covid-19 ini, semua pesantren di Indonesia menerapkan aturan isolasi mandiri, dan membawa surat kesehatan bebas Covid-19 sebagai salah satu syarat kembali ke pesantren.

Memperhatikan hal itu, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pontianak menggandeng Pemerintah Kota Pontianak melakukan rapid tes gratis di halaman kantor NU Pontianak, Jl Paralel Tol Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Kalimantan Barat

Menurut Ketua Satgas NU Peduli Kota Pontianak Suryadi, rapid test digelar sebagai bentuk kepedulian NU agar para santri dapat kembali ke pesantren dan melanjutkan proses menimba ilmu agama dari para kiai.

“Alhamdulillah rapid tes oleh Pemerintah kota pontianak melalui NU Pontianak ini dapat meringankan beban orang tua santri yang akan mengembalikan anak anak nya kepondok pesantren yang di pulau jawa,” kata Suryadi usai mengawal proses pemeriksaan kesehatan para santri, Jum’at (26/6/2020).

Pengurus PW GP Ansor Kalbar ini mengungkapkan adanya aturan transportasi, baik jalur udara maupun darat – laut yang memberikan syarat bagi calon penumpang harus melaksanakan rapid test terlebih dahulu dirasa cukup berat bagi orang tua santri di masa pandemi yang mengakibatkan banyak orang kehilangan mata pencaharian.

“Ini (rapid test,red) kalau harus dengan biaya sendiri cukup mahal. Belum lagi untuk uang sakunya,” kata Suryadi menjelaskan.

Terkait dengan jumlah santri, Suryadi menyatakan Satgas NU Peduli Kota Pontianak sudah melakukan kegiatan rapid tes sebanyak 7 kali dengan jumlah 300 lebih santri yang telah mengikuti rapid test. “Rapid test ini diadakan secara bertahap untuk memperhatikan aturan physical distancing pencegahan Covid-19 bagi santri yang akan berangkat kembali ke pulau Jawa,” ungkapnya.

Suryadi melanjutkan, menurut data tim NU Peduli, jumlah santri Pontianak yang akan kembali ke Jawa lebih dari 1500 santri. Karena itu, test kesehatan akan dilakukan secara periodik dan terjadwal dengan baik.

“Sesuai hasil evaluasi bersama pihak dinas kesehatan, khusus pelaksanaan rapid test di posko NU Pontianak kedepan akan dilaksanakan setiap hari Senin, Rabu dan Sabtu,” ungkapnya.

Foto : [nupontianak.doc]
Meski demikian, dia menyebut umumnya baru sebagian santri pesantren Jawa Timur yang sudah melakukan rapid test dan kembali ke pesantren, disebut diantaranya ada santri PP. Gontor Ponorogo, PP. Al Muntahi Kembang Jeruk, Sampang, PP Banyuanyar, PP Al Amin Perenduan, dan sebagainya. “Sementara ini baru sebagian santri yang kembali ke Jatim, Jogja dan Tanggerang yang sudah mengikuti rapid test dan sudah berangkat ke pesantren. Untuk santri Jawa Tengah belum ikut (rapid test,red),” ulasnya.

Sementara, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Pontianak H. Faruki menyatakan ungkapan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan tersebut. “Kami, dari jajaran PCNU dan Banom NU Kota Pontianak menyampaikan ucapan terima kasih kepada bapak wali kota dan wakil wali kota Pontianak yang sudah perhatian dengan santri santri yang akan kembali ke pulau jawa,” tuturnya.

Faruki menegaskan, dengan kembalinya para santri menuntut ilmu di pesantren diharap menjadi aset berharga bagi masyarakat, khususnya warga NU Pontianak. Karena itu ia berharap perhatian tersebut dapat ditingkatkan.

“Kami berharap perhatian ini terus menerus dilakukan karena bagaimanapun anak anak kita di Pontianak ini bagian dari generasi daerah yang kedepan diharapkan bisa memberikan kontribusi baik untuk pembangunan SDM masyarakat kota Pontianak khususnya di bidang ilmu agama,” pungkasnya. (arh)