,

FKUB Jateng Diwejang Tentang Peran Negara

oleh
Suasana silaturahmi FKUB Jateng dengan Kepala Kanwil Kemenag Jateng. (arh)

SorotNusantara.com , Semarang – Kata mayoritas dan minoritas tidak perlu ada lagi dalam konteks praktik bernegara. Setiap warga negara memiliki hak yang sama. Sebab, negara bukan untuk salah satu golongan.

Wejangan itu diungkapkan Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama (Ka Kanwil Kemenag) Jawa Tengah H. Musta’in Ahmad saat menerima rombongan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Tengah di ruang kerjanya, Selasa (21/7/2020).

“Negara ini tidak untuk melindungi mayoritas, negara ini juga tidak untuk melindungi minoritas. Melainkan, Negara ini hadir untuk melindungi seluruh tumpah darah Indonesia,” kata Musta’in dalam perbincangan singkat bersama rombongan FKUB Jateng

Sejurus kemudian, ia menceritakan pengalaman semasa menjabat di Karanganyar dan Surakarta (Solo) dalam membina umat Hindu dan Budha. Mereka yang jelas bukan seagama harus dilindungi karena memang sebagai warga negara keberadaan dan eksistensinya dilindungi oleh Undang-undang.

“Semuanya kita bina, termasuk umat Hindu dan Budha. Kalau tidak bisa dibina ya dibina lagi, kalau masih belum bisa ya dibina terus,” tegasnya.

Kita dengan berbagai perbedaan, lanjutnya, bisa menghasilkan kesepakatan bersama tentang Indonesia, baik tentang bendera merah putih, sistem demokrasi dan perundang-undangan, Pancasila dan kebhinekaan dalam wawasan kebangsaan merupakan kondisi yang ideal bagi negara Indonesia, “Jangankan dalam negara, dalam satu agamapun ada perbedaan,” ujarnya.

Suasana akrab dalam silaturahmi FKUB Jateng dengan Kepala Kanwil Kemenag Jateng. (arh)

Mengusung tagline MAJENG (Moderat, Akuntabel, Jernih dan Ngayomi) dalam periode jabatannya, Musta’in membeberkan tiga hal yang akan dikolaborasikan dengan berbagai organisasi keagamaan, termasuk FKUB Jateng.

“Tiga hal yang akan kita bangun bersama di Jawa Tengah, yaitu persoalan moderasi beragama, kebangsaan, dan inovasi,” tutupnya.

Sementara, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Tengah H Taslim Sahlan mengatakan, dirinya memandang Kepala Kanwil Kemenag Jateng selaku pembina FKUB Jateng. Karena itu, inti dari silaturahmi dengan Kepala Kanwil Kemenag yang baru bertujuan untuk mendapatkan pengarahan terkait program yang bisa disinergikan.

“Kami sinergikan dengan amanat gubernur untuk melawan Covid-19. Membantu pemerintah dalam menyosialisasikan tahapan-tahapan dalam perang melawan Covid-19 sampai menuju kenormalan baru (New Normal) ini,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Taslim menyampaikan capaian kegiatan FKUB Jateng dalam membina kerukunan beragama. Ditegaskannya, adanya FKUB tidak untuk menafikan komunitas lain. Karena itu dalam berbagai kegiatan menggandeng pihak lain seperti Persaudaraan Lintas Agama (Pelita) Kota Semarang, Gusdurian dan sebagainya.

“Hal utama dalam satu periode kepemimpinan, kami mengusung gagasan penguatan kedewasaan beragama dan moderasi beragama,” ungkapnya.

Karena itu, ia menekankan pentingnya kaderisasi yang dimulai dari Generasi Muda Forum Kerukunan Umat Beragama (Gema FKUB). Sebab, di era milenial ini generasi muda memiliki peran penting dalam mewarnai media sosial. “Kaum muda kami harap lebih massif di dunia maya untuk membuat kontranarasi melawan radikal,” jelasnya.

Sebagai informasi, rombongan dipimpin Ketua FKUB Jateng H. Taslim Sahlan, Sekretaris FKUB Jateng Iman Fadhilah (salah satu wakil sekretaris PWNU Jateng), Ketua Generasi Muda (Gema) FKUB Imron Nawawi, Koordinator Persaudaraan Lintas Agama (Pelita) Kota Semarang Setyawan Budi, dan Parisada Hindu Dharma Indonesia Jateng, Eko Pujianto. (arh)