,

FKPT Jateng Dukung Ganjar Bersihkan Pendidikan dari Paham Radikal

by
Ketua FKPT Jateng, Dr Drs Budiyanto SH MHum (berkumis, sebelah kanan) dalam sebuah kesempatan.

Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah mendorong Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo untuk membersihkan lembaga pendidikan dari Kepala Sekolah dan tenaga pendidikan yang terpapar radikalisme.


sorotnusantara.com , Semarang – Ketua FKPT Jateng, Dr Drs Budiyanto SH MHum menanti langkah kongkrit Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo yang mengungkapkan terdapat kepala sekolah negeri terindikasi terpapar paham radikal.
“Kalau Pak Ganjar bisa membuktikan ada kepala sekolah dan tenaga pendidik yang terpapar radikalisme, pecat,” kata Budiyanto di sela aktifitasnya di Semarang, Jawa Tengah, Senin (7/10/2019).

Budiyanto yang juga menjabat Ketua DPP IKA UNNES ini mengingatkan, peran kepala sekolah dan tenaga pendidik semestinya mengajarkan dan mendidik agar para siswa menjadi generasi yang cinta tanah air, “Bayangkan, ada banyak anak-anak kita yang masih sekolah. Jika mereka dicekoki, kepala sekolah dan guru melakukan indoktrinasi. Ini berbahaya,” tandasnya.

Oleh sebab itu, dia meminta partisipasi semua pihak untuk mencegah paham yang membahayakan NKRI. Utamanya, langkah kongkrit pemerintah dalam menyikapi para radikalisme yang terus berusaha menyasar kalangan pelajar dan mahasiswa.

“Ideologi ini harus dicegah, jangan dibiarkan terus berkembang, apa lagi di kalangan pelajar dan mahasiswa,” tandasnya.

Bentuk negara ini, sambungnya, sudah final, sudah menjadi hasil ijtihad dan kesepakatan para pendiri bangsa. Karena itu radikalisme dan gagasan khilafah harus ditolak.

“Ideologi itu (radikalisme,red) sudah berbahaya karena ngutak-ngatik kesepakatan bangsa ini. Prinsip bangsa ini yaitu kepanjangan PBNU, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 45,” tegasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pernyataan orang nomor satu di Jawa Tengah yang mengaku telah mengumpulkan jajaran kepala sekolah dan guru untuk menyortir mereka yang terindikasi telah terpapar paham radikalisme. Hasilnya, tujuh kepala sekolah negeri di Jawa Tengah terindikasi menganut paham radikal.

Saat itu, Ganjar pun telah menyampaikan secara langsung kepada seluruh Kepala Sekolah dan tenaga pendidik, jika memang tak setuju dengan paham Pancasila dan menganut radikalisme hingga komunisme lebih baik keluar dari jabatan yang mereka emban.

“Saya sampaikan tawaran. Kalau tak suka sama Pancasila tak apa-apa, kalau Anda komunis silakan Anda keluar. Kalau Anda usung khilafah silakan Anda keluar. Gitu saja,” ucapnya.

Selain itu, ia juga mengaku mendapat banyak laporan dari banyak tokoh agama dan masyarakat mengenai geliat penanaman paham radikalisme di sekolah yang mulai masif. Beberapa laporan yang masuk, kata Ganjar, isu radikalisme diberikan melalui mata pelajaran dan juga kegiatan ekstrakulikuler. (arh)