, ,

Fatayat Anak Ranting Genting Bantu Bedah Rumah Mahasiswi Mandiri

by
Para kader Fatayat NU Genting bersama warga bergotong royong merenovasi rumah Mila

SorotNusantara.com , Semarang , Rumah milik Mila Farihah (18 th) warga Dukuh Genting RT 3 RW 6 Meteseh, Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah akhirnya direnovasi secara gotong royong. Hal ini lantaran upaya dari warga untuk mengajukan program bedah rumah pada pemerintah tak disetujui.

Ketua Pimpinan Anak Ranting (PAR) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Dukuh Genting Aniqotunnafi’ah mengatakan, rumah tersebut tak lolos dalam adminstrasi yang mensyaratkan program bedah rumah tidak layak huni (RTLH) diperuntukkan bagi pasangan suami istri (Pasutri) atau bagi yang sudah berkeluarga.

Oleh karena itu ia bersama kader Fatayat setempat tergerak hati untuk turut membantu agar Mila dapat menikmati sebuah hunian yang layak, “Alhamdulillah dari sedekah sahabat-sahabat Fatayat Genting dan para dermawan, Fatayat Genting bisa menyalurkan 100 dus keramik dan uang sebesar 1 Juta Rupiah,” kata Aniqoh disela kegiatan bedah rumah, Sabtu (16/11/2019) siang.

Mila merupakan gadis mandiri, dalam kesehariannya mengajar secara privat (les), sementara kedua orang tuanya telah tiada. Beruntung meski tanpa kedua orangtuanya, ia mendapatkan beasiswa sehingga masih bisa menikmati kuliah di Universitas Islam Negri (UIN) Walisongo Semarang.

Aniqoh mengakui, warga terketuk hati melihat kegigihan Mila dalam melangsungkan hidupnya dan kondisi rumahnya. Merasa prihatin pada akhirnya tergerak bergotong-royong untuk membantu merenovasi rumah tersebut.

“Ide renovasi rumah sebenarnya bermula dari perkumpulan bapak-bapak yang prihatin dengan kondisi rumah tersebut, sehingga muncul ide untuk merenovasi dengan swadaya masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut Aniqoh menjelaskan, Mila merupakan putri bungsu dari 4 orang putri bersaudara. Sebagaimana tradisi, anak bontot didaulat untuk mendiami rumah yang semula dihuni orang tuanya, yakni almarhum H Sukiyan. Disebutnya rumah kayu tersebut belum pernah direnovasi sejak didirikan sekitar tahun 1970an.

Meski demikian, Mila tak sendiri, karena saudara kandungnya yang telah membina rumah tangga terpisah tak jauh darinya, “Saudaranya insya Allah tetap membantu meski hanya sebatas untuk makan dan keperluan lainnya,” jelasnya.

Aniqoh berharap para kader Fatayat untuk peka terhadap persoalan sosial yang terjadi di masyarakat, “Organisasi Fatayat itu tidak hanya berkontribusi dalam bidang keagamaan saja, tetapi juga harus bisa berkontribusi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, kesehatan, lingkungan, dan sebagainya,” tuturnya.

Para kader Fatayat NU Genting saat bergotong royong bersama warga merenovasi rumah Mila

Aniqoh yang juga sebagai kader penggerak NU meminta agar warga NU, khususnya kader Fatayat untuk terus bergerak di bidang sosial, “Saat ini Fatayat Genting masih menerima donasi untuk kelancaran proses merampungkan renovasi rumah tersebut.

Adanya bantuan tersebut, Mila beserta para saudaranya bersyukur. Ia mengungkapkan terima kasih kepada Fatayat NU dan warga sekitar yang bersusah payah mengupayakan renovasi rumah peninggalan orang tuanya. Dalam pengerjaan bangunan ia hanya meminta agar desain dan bentuk rumahnya tidak dirubah dari depan sampai belakang.

“Bentuknya masih sama, cuma rencananya kanan kiri ditembok, terus di depan diganti papan yang bagus, itu (papan) kan sudah pada kropos,” kata Aniqoh menerangkan. (arh)