Era Revolusi Industri, Guru Harus Pahami HOTS

by
Ketua ketua LP Ma'arif NU Kota Semarang H Asikin Khusnan saat memberikan sambutan pembukaan training HOTS

SOROTNUSANTARA.COM , SEMARANG – Era Revolusi Industri 4.0 menuntut perubahan paradigma masyarakat, bahkan dunia pendidikan harus memiliki akselerasi tersendiri. Sebab pendidikan harus dapat melahirkan lulusan yang mampu beradaptasi terhadap perubahan. Era revolusi industri, guru harus pahami HOTS.

Menyadari kebutuhan itu, Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kota Semarang menggelar pelatihan Higher Order Thinking Skill (HOTS) dalam Contextual Learning 5.0, Selasa (27/8/2019) di MA NU Nurul Huda Kota Semarang.

“Alhamdulillah, pelatihan kemarin berjalan lancar. Ada 150 guru yang ikut,” kata Ketua ketua LP Ma’arif NU Kota Semarang H Asikin Khusnan saat memberikan keterangan pers disela aktifitasnya, Kamis (29/8/2019).

Asikin mengatakan, kegiatan tersebut bekerjasama dengan Highly Functioning Education Consulting Services (Hafechs). Yakni sebuah lembaga yang bergerak di bidang training guru dan percepatan transformasi pendidikan di Indonesia.

Ketua ketua LP Ma’arif NU Kota Semarang H Asikin Khusnan saat memberikan sambutan pembukaan training HOTS

“Hafechs melatih guru untuk mampu memfasilitasi siswa menggunakan kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam pembelajaran,” jelasnya.

Lebih lanjut Asikin menerangkan, meskipun era 4.0 belum habis, namun saat ini mulai berkembang menuju era 5.0. “Guru-guru NU mau tidak mau harus selangkah lebih maju menyambut era society 5.0. Dan dalam pengajaran harus mengembangkan HOTS dalam Contextual Learning 5.0.” katanya.

Mengutip kata Direktur Hafechs Zulfikar Alimuddin, Asikin menegaskan, semua guru yang ada di lingkungan LP Maarif NU Semarang diharapkan menyadari pentingnya penerapan strategi HOTS dalam pembelajaran, supaya anak didik dapat berfikir kritis dan kreatif serta out of the box.

“Sudah saatnya guru memberikan memberikan arahan kepada anak didik agar tidak ketergantungan pada textbooks. Tetapi memberikan contoh-contoh yang nyata dan mudah diingat oleh anak didik” tegasnya. (arh)