Elemen Masyarakat PMPRI Kutuk Tindak Kekerasan KKB Di Papua

by
Elemen Masyarakat PMPRI Kutuk Tindak Kekerasan KKB Di Papua

BANDUNG,- Elemen masyarakat dari LSM PMPRI (Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia) mengutuk peristiwa kekerasan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua yang menewaskan 31 pekerja yang sedang membangun infrastruktur jalan di Kabupaten Nduga, Papua, beberapa waktu lalu.

“Sebagai anak bangsa yang memiliki kewajiban menjaga nilai-nilai Kemerdekaan Republik Indonesia, melalui semangat persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan, DPP LSM PMPRI mengutuk keras tindakan sadis KKB yang telah merenggut nyawa 31 pekerja pembangunan infrastruktur di daerah Papua,” tegas Rohimat, Ketua Umum LSM PMPRI pada siaran pers-nya, Rabu (5/12/2018).

Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa merupakan kewajiban bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, termasuk para pemuda dan pemudi di dalamnya. Kata “Kesatuan” merupakan kosakata yang mesti ada dan tertanam dalam pikiran dan hati para generasi muda. Itulah apa yang selalu kita ikrarkan melalui sumpah pemuda, dari pemuda untuk Indonesia.

“Menjaga persatuan dan kesatuan memang tidaklah mudah. Indonesia merupakan bangsa yang bhineka, tak luput dari godaan faham, gerakan-gearakan dan tindakan yang mencoba memecah belah dan merongrong keutuhan dan persatuan bangsa,” ujar Rohimat yang sering disapa dengan panggilan Joker.

Sebagai pemuda kita harus memahami nasionalisme melampaui batas kemerdekaan terhadap suatu wilayah dan identitas. Nasionalisme ialah gagasan nilai yang memandang setiap kemerdekaan Indonesia sebagai satu bangsa. Apa yang harus diperjuangkan pemuda bukan hanya menjaga kedaulatan Indonesia di Papua sebagai isu teritorial, bukan sebatas persatuan atas nilai-nilai kemanusian, namun lebih pada kehendak dan kerja bersama sebuah bangsa untuk terus membangun kesejahteraan yang menyeluruh.

“Mengingat peristiwa tersebut, kami DPP LSM PMPR INDONESIA menghimbau para pemuda dan pemudi generasi Bangsa untuk terus merekatkan solidaritas dalam setiap perbedaan,” tekannya.

“Kita harus selalu bisa membedakan apa yang kita lawan dengan apa yang kita perjuangkan, dengan membedakan kedua hal tersebut kita bisa memiliki bekal agar selalu bisa menjaga moral bangsa agar tetap bersih dan berwibawa. Kami DPP LSM PMPR INDONESIA mengecam tindakan KKB tersebut atas dasar solidaritas sebagai upaya menjauhkan nilai-nilai sinisme yang selalu ingin meretakan bangsa Indonesia melalui gerakan-gerakan separtisme dan radikalisme.” Pungkasnya. [*]