Dreaming Of A White Christmas Tutup Kemeriahan Konser HOLIDAY Bandung Philharmonic

by
Dreaming Of A White Christmas Tutup Kemeriahan Konser Holiday Bandung Philharmonic

BANDUNG, sorotnusantara.com,- Ada aroma yang terasa berbeda pada konser simfoni Bandung Philharmonic bertajuk HOLIDAY  yang digelar pada hari, Minggu (2/12/2018), di Ballroom Hotel Hilton Bandung, dibandingkan dengan konser simfoni sebelumnya selama season four.

Ya, konser simfoni Bandung Philharmonic kali ini terasa istimewa karena menghadirkan kolaborasi apik bersama soloist ternama tanah air, sebut saja Christopher Abimanyu (tenor), Regina Handoko (soprano), Heny Janawati (alto), Ferry Chandra (bass) serta pemain musik harpa terbaik Indonesia, Rama Widi. Selain itu, paduan suara dari Bandung Philharmonic Chorus turut mewarnai kemeriahan konser tersebut dengan sentuhan sang chorus master, Joel Navarro.

Dihadapan para penonton yang memenuhi seluruh kursi yang tersedia di ruangan konser, dibuka dengan menampilkan Overture dalam D Mayor, karya seorang komponis muda berusia 17 tahun, Filipus Wisnumurti Pranoto, yang memenangkan Kompetisi Komponis Muda Indonesia 2018 versi Bandung Philharmonic.

Selanjutnya, Rama Widi menunjukan kepiawaiannya dalam memainkan alat musik harpa dalam orkestra untuk lagu Konserto No.5, lagu ini terbagi menjadi tiga bagian. Penampilan Rama Widi dengan dentingan alat musiknya tersebut sanggup membuat penonton yang hadir terpukau selama kurang lebih dua puluh menit. Diakhir penampilannya, Rama Widi mendapatkan aplaus yang pantas diterimanya dari para penonton dan pimpinan musik malam hari itu, Robert Nordling.

Sejenak bagi penonton dan para pemain musik beristirahat, kemudian berlanjut dengan kehadiran para soloist yang juga menjadi bintang yang ditunggu di malam konser Holiday ini. Secara bergantian Christopher Abimanyu, Ferry Chandra, Regina Handoko dan Heny Janawati melantunkan bagian lagu Messiah, Christmas Portion. Penonton tampak menikmati bait demi bait lagu yang dinyanyikan oleh para maestro olah vocal ini, terlebih saat kelompok paduan suara bersama para soloist menyanyikan kemegahan lagu Hallelujah di bagian akhir.

Menariknya, pada saat masuk ke sesi terakhir konser, Robert Nordling memberikan isyarat dan izin bagi para penonton yang ingin merekam penampilan Bandung Philharmonic menggunakan kamera atau handphone. “Kita selalu melarang penonton untuk merekam ketika konser, karena kita mengikat kontrak dengan musisi-musisinya. Tetapi pada beberapa lagu konser Holiday ini, penonton diperbolehkan untuk merekam,” ujar Robert.

“Tapi untuk kali ini kami persilahkan, tetapi untuk kali ini aja ya, dan silahkan di upload ke media sosial-nya masing-masing,” sebutnya sambil tersenyum.

Lalu konser dilanjutkan dengan memainkan lagu secara instrumentalia Sleigh Ride, dan diteruskan ke lagu Winter Wonderland karya Felix Bernard.

Gelaran konser spektakuler tersebut ditutup dengan penampilan para soloist dan Bandung Philharmonic Chorus yang memadukan musik dan nyanyian di lagu Dreaming of a White Christmas karya Irving Berlin. [St]