,

DMI Kota Semarang Minta Takmir Masjid Gunakan Pengeras Suara Ajak Masyarakat Sukseskan Pilwakot 2020

oleh
Ketua DMI Kota Semarang H Ahmad Fuad saat sosialisasi Pilwalkot Semarang bersama KPU Kota Semarang.

SOROTNUSANTARA.COM , Semarang – Pimpinan Daerah (PD) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Semarang meminta para Takmir Masjid untuk menyukseskan gelaran Pemilihan Wali Kota (Pilwakot) 9 Desember mendatang.

“Meski pihak penyelenggara telah mengatur standar operasional prosedur (SOP) protokol kesehatan, namun masayarakat ada kecenderungan rasa takut datang ke TPS untuk mengikuti pemilihan wali kota-wakil wali kota 9 desember mendatang,” kata Ketua PD DMI Kota Semarang, Achmad Fuad saat sosialisasi pilwakot yang dilaksanakan Komisi Pemilihan umum (KPU) Kota Semarang bersama PD DMI Kota Semarang di aula SMPIT PAPB Palebon Pedurungan Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (1/11).

Oleh karena itu, pengurus DMI mulai dari tingkat kota, kecamatan hingga ranting (Kelurahan) terus mengingatkan kepada takmir dan jamaah untuk menggunakan hak pilihnya saat pelaksanaan pilwakot nanti.

“Kami (PD DMI Kota Semarang, red) meminta kepada pengurus di semua level dan takmir untuk membantu KPU dan jajarannya dengan mengajak dan mengingatkan kepada jamaahnya untuk menggunakan hak pilihnya dan jangan sampai golput, karena memilih pemimpin hukumnya adalah wajib,” ucapnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga meminta kepada para takmir masjid dan mushalla di Kota Semarang menggunakan pengeras suara masjid dan mushalla saat hari H (Pelaksanaan pilwakot) untuk mengajak masyarakat datang ke TPS. Bahkan, khatib jum’at juga diminta menyampaikan khotbah tentang pentingnya memilih pemimpin atau mencoblos dalam pemilu (Dalam hal ini Pilwalkot Semarang) tepat pada Jum’at sebelum coblosan.

“Kita akan layangkan surat edaran meminta kepada takmir untuk memaksimalkan sound system (pengeras suara) untuk menyukseskan pilwakot dan kita juga akan membuat naskah khutbah tentang pentingnya memilih pemimpin atau mencoblos untuk disampaikan Jumat minggu terakhir sebelum coblosan,” urainya 

Fuad mengungkapkan, berdasarkan data sistem informasi masjid (Simas) Kemenag Kota Semarang bahwa jumlah masjid di Kota Semarang ada 1.330 dan mushola berjumlah 1.314. “PD DMI Kota Semarang punya jaringan hingga tingkat ranting, jika pengurus, para takmir masjid dan mushola tersebut menyampaikan informasi pentingnya mencoblos, saya yakin dampaknya luar biasa, partisipasi masyarakat akan maksimal,” tegasnya 

Komisioner KPU Kota Semarang, Suyanto mengapresiasi langkah dan semangat para pengurus PD DMI Kota Semarang. Menurutnya DMI memiliki peran aktif dan kreatif guna menyukseskan gelaran pilwakot serentak 9 desember mendatang. Ia menilai cara tersebut sangat efektif. Sebab selama ini masyarakat mengetahui informasi penting masyarakat dari masjid atau mushalla.

“Setiap Kelurahan pasti memiliki masjid dan mushalla, bahkan ada yang memiliki masjid atau mushola lebih dari satu. Informasi yang disampaikan lewat pengeras masjid tersebut tidak hanya ditangkap di lingkungan masjid tersebut, tapi bisa sampai ke lingkungan (Kelurahan) lainnya, saya kira ini sangat efektif,” ucapnya 

Suyanto yang juga menjadi pengurus PD DMI Kota Semarang menuturkan, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada kelompok-kelompok masyarakat, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan organisasi kemasyarakatan (Ormas) termasuk dengan DMI Kota Semarang. “DMI Kota Semarang punya jaringan yang luas, mulai dari tingkat kota hingga ranting (Kelurahan). Dengan sosialisasi ini, diharapkan informasi pentingnya memilih bisa sampai ke jamaah sehingga partisipasi pilwakot nanti tinggi, pelaksaan pilwakot berjalan sukses, lancar dan aman,” harapnya 

Salah satu peserta sosialisasi, Illiyin yang diutus dari DMI Candisari dan takmir Masjid Nurus Shomad RT 01/RW 04 Kelurahan Wonotingal Kecamatan Candisari Kota Semarang mengaku siap meneriskan informasi tersebut.

“Informasi yang saya dapatkan ini, akan saya teruskan kepada para jamaah dan majelis taklim. Sebagai umat muslim, kader masjid dan kader bangsa, bagi saya memilih pemimpin adalah penting dan merupakan sebuah kewajiban. Partisipasi dalam pesta demokrasi juga bagian turut andil kita dalam keberlangsungan pembangunan sebuah kota atau bangsa,” katanya. (arh)