Diklatsar Banser Boyolali Istimewa, Bapak Dan Anak Ikut Diklatsar Bareng

by -591 views
Triyono saat menjawab pertanyaan instruktur dalam Diklatsar Banser Kabupaten Boyolali. (Foto.doc)

sorotnusantara.com || Boyolali – Pendidikan dan Latihan Dasar (DIKLATSAR) Barisan Ansor Serbaguna (BANSER) Boyolali yang berlangsung di Gedung MI Islamuna Gunung Kecamatan Simo pada pada Jum’at sampai Ahad (28-30/12/2018) serasa istimewa. Pasalnya, terdapat 2 peserta yang nengajak serta anaknya mengikuti Diklatsar.

Triyono (45 th), peserta asal Desa Pinggir Kecamatan Karanggede Kabupaten Boyolali, mengikuti Diklatsar Banser beserta Agung (15 th), anaknya. Kepada panitia dan instruktur, ia mengaku ingin mengabdi pada Nahdlatul Ulama. Karena itu ia termotivasi menjadi Banser dan mengajak serta anaknya supaya menjadi penerus perjuangannya nanti untuk tetap berkhitmat di NU

“Saya ingin berkhidmah di NU melalui Banser,” kata Triyono

Hal serupa diungkapkan Suroto (48 th) yang mengikuti Diklatsar Banser bersama anaknya, Naufal (15 th). Warga Dusun Pelem, Desa Tegal Rayung, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali tersebut mengaku termotifasi untuk mengabdi pada Ulama dan Negara dengan menjadi Banser.

Menurutnya, itu sebagai bukti cinta NKRI dan NU. Semangat Suroto ini ternyata sudah tanamkan kepada putranya Naufal. Hal ini tampak jelas dari jawaban yang ia berikan pada instruktur kegiatan.

“Saya dari kecil pingin mengabdi pada NU. Untuk menyalurkannya saya ikut Banser,” katanya saat ditanya Instruktur tentang alasannya mengikuti diklatsar

Dari segi usia, Suroto dan Triyono memang sudah tidak muda lagi. Namun tidak menjadi penghalang bagi kedua orang bapak tersebut untuk ikut mengikuti Diklatsar yang membutuhkan stamina tersendiri. Keduanya bertekad demi memberikan contoh bagi generasi muda, utamanya pada anak-anak mereka, bahwa memiliki jiwa dan fisik yang tangguh harus digunakan untuk berkhidmah di NU.

Selain itu, keikutsertaan mereka dalam Diklatsar Banser diharapkan memberikan wawasan bagi kawan-kawannya, “Kulo pengen nyukani wawasan kangge rencang-rencang (saya ingin memberikan wawasan untuk teman-teman,red),” lugasnya dalam bahasa jawa.

Mereka mampu membaur dan menunjukkan kekompakan bersama 114 peserta Diklatsar. Atas kesungguhan mereka, Kasarkorcab Boyolali, Ahmad Muzamil mengaku bangga. Dua orang bapak beserta anaknya bersama dalam satu angkatan Diklatsar Banser merupakan hal yang baru terjadi di Boyolali.
“Kejadian Seperti ini baru pertama kali terjadi di Boyolali. Maka kita harus bangga pada mereka,” ujarnya.

Salah satu instruktur, Khafid Syaifudin, mengakui kedua bapak beserta anaknya layak mendapatkan apresiasi tersendiri.

“Perjuangan mereka sangat pantas dihargai dan disemangati agar bisa menyelesaikan tugas yang akan diberikan nanti,” tandasnya. (arh)