,

Dianggap Resahkan dan Rugikan Dunia Pesantren, Kadinkes Kendal Diminta Mundur

oleh
Ketua RMI NU dan para pengasuh pesantren saat foto bersama seusai rapat di Ponpes Miftahul Huda Magelung, Kaliwungu Selatan Kabupaten Kendal. (doc)

SorotNusantara.com , Kendal – Pernyataan Kepala Dinkes Kendal yang menyebut ada salah satu Santri di Pesantren wilayah Kaliwungu Selatan positif terjangkit Covid-19 dianggap sebagai langkah yang gegabah. Pasalnya, pernyataan itu mengakibatkan keresahan di masyarakat terhadap pesantren.

Menurut Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Nahdlatul Ulama (RMI) Kabupaten Kendal, KH. Mudhofir, di Kaliwungu Selatan terdapat 6 Pondok Pesantren yang berada dibawah naungan RMI. Namun dari hasil pengecekan yang dilakukan pihaknya, tidak ada satupun santri yang positif Corona.

“Kami tidak tahu pesantren mana yang dimaksud. Tapi jelas, pernyataan tersebut sangat gegabah dan sangat merugikan kredibilitas pondok pesantren, serta meresahkan masyarakat pesantren,” kata Mudhofir disela-sela pertemuan pengasuh pondok pesantren se Kaliwungu Selatan, Selasa (7/4/2020)

Pertemuan yang diadakan di Ponpes Miftahul Huda Magelung, Kaliwungu Selatan itu dihadiri Kasi PD Pontren Kemenag Kendal Ahmad Zaenudin, Pengurus FKPP Kendal Ahmad Syaefudin, Pengasuh PP Miftahul Huda Magelung KH A Baduhun Badawi, Pengasuh Ponpes Al Ulya Kedungsuren Kiai Khoirudin, Pengasuh PP Ar Rahman Protomulyo KH Abdul Hasyim dan Nyai Hj Rochimah serta Pengurus MWC NU Kaliwungu Selatan Ahmad Supari.

Mudhofir melanjutkan, pernyataan Kadinas Kesehatan di depan para wartawan tersebut dinilai menciptakan rasa ketakutan dan trauma yang mendalam di tengah masyarakat yang sedang berjuang melawan wabah virus corona, “Mungkin hal tersebut karena beliau tidak punya latar belakang pendidikan yang sesuai dengan jabatannya. Jadi kalau memang merasa tidak mampu mengemban tugas, saya kira lebih baik beliau mengundurkan diri dari jabatannya,” pintanya.

Ketua RMI NU dan para pengasuh pesantren saat foto bersama seusai rapat di Ponpes Miftahul Huda Magelung, Kaliwungu Selatan Kabupaten Kendal. (doc)

Tak Sesuai Prosedur
Tindakan Kadinkes Kendal itu semestinya tak boleh terjadi. Koordinator Penanganan Wabah Covid-19 PCNU Kendal, Khusnul Huda, mengaku menghargai sikap Kadinkes yang merahasiakan identitas penderita. Akan tetapi, pihaknya merasa aneh karena foto penderita saat berada di tempat isolasi justru tersebar luas di media sosial.

“Apakah begitu standard penanganan Wabah Covid-19 di Kendal? Saya kira penyebaran foto ini melanggar undang-undang, apalagi penderita masih dibawah umur,” tegasnya.

Alumnus Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen juga merasa aneh, terkait penanganan anak berinisial R tersebut. Sebab dia sebelumnya ditangani di RSUD, tapi sudah diperbolehkan pulang walaupun hasil tes belum keluar. Baru 2 hari kemudian, dijemput karena dinyatakan positif, “Hal ini sangat riskan dan menjadi persoalan bagi keluarga, lingkungan dan orang-orang yang berinteraksi dengan pasien tersebut. Artinya pihak Dinkes membiarkan warga yang positif Covid-19 untuk berinteraksi dengan minimal keluarga, atau tempat tinggalnya. Saya rasa Kadinkes juga harus bertanggungjawab masalah ini,” tandasnya.

Lebih lanjut Ketua LAZISNU Kendal ini meminta Pemkab Kendal bisa melakukan langkah cepat, taktis dan strategis dalam penanganan wabah Corona di Kabupaten Kendal. “Langkah taktis dan strategis yang bisa membuat masyarakat tenang menghadapi wabah ini, bukan justru membuat pernyataan-pernyataan yang blunder dan meresahkan. Dan semoga wabah ini segera berlalu, sehingga masyarakat bisa menyambut Ramadan mulia dengan gembira,” pungkasnya. (arh)