,

Dewan Pendidikan Kota Semarang Dorong Komite Sekolah Ingatkan Upacara Bendera

by
Diskusi Penguatan Eksistensi Komite Sekolah di Lingkungan Satuan Pendidikan yang digelar Dewan Pendidikan Kota Semarang di aula SD Peterongan Semarang (doc)

SOROTNUSANTARA.COM , SEMARANG – Setiap kader bangsa harus memiliki nasionalisme. Kita sadar bahwa nasionalisme tidak akan tumbuh tanpa adanya sebuah proses. Proses penanaman nasionalisme yang baik meliputi beberapa di antaranya lingkungan keluarga, masyarakat dan sekolah sebagai tempat mendidik manusia yang cerdas beretika, lengkap dengan wawasan kebangsaan dan nasionalisme.

Dewan Pendidikan Kota Semarang (DPKS) memandang penting hal tersebut dalam diskusi Penguatan Eksistensi Komite Sekolah di Lingkungan Satuan Pendidikan yang digelar di aula SD Peterongan Semarang mendorong agar komite sekolah mengingkatkan kepala sekolah yang melupakan dan tidak merealisasikan program upacara bendera.

Diskusi Penguatan Eksistensi Komite Sekolah di Lingkungan Satuan Pendidikan yang digelar Dewan Pendidikan Kota Semarang di aula SD Peterongan Semarang (doc)

Menurut Ketua DPKS Dr Drs Budiyanto SH MHum, saat ini di daerah lain ada pihak – pihak yang melupakan program upacara bendera. Karena itu ia berharap hal seperti itu jangan sampai terjadi di Kota Semarang. Sehingga dalam kesempatan tersebut ia mengingatkan, komite sekolah harus lebih jeli dalam menjalankan fungsi kontrol dan support-nya terhadap satuan pendidikan.

“Satuan pendidikan harus didorong agar program upacara bendera dimasukkan dalam program tetap setiap sekolahan,” ujar Budiyanto, Rabu (18/9/2019).

Ketua DPP IKA UNNES ini melanjutkan, upacara bendera yang digelar setiap hari Senin di tiap-tiap satuan pendidikan memiliki makna penting dan besar dalam penanaman nilai-nilai nasionalisme di kalangan peserta didik, terutama di tingkat dasar. “Itu bukan sebatas rutinitas,” ungkapnya.

Dijelaskannya bahwa dengan melaksanakan upacara bendera, sekolah dapat menanamkan rasa cinta air sekaligus menanamkan nilai-nilai religius, karena mencintai tanah air itu juga bagian dari pengamalan nilai-nilai agama. “Seperti kata para kiai, hubbul wathan minal iman,” ulasnya.

Lebih lanjut ia mengingatkan, program peningkatan kualitas pendidikan jangan berhenti pada upaya-upaya penyiapan generasi yang cerdas saja tetapi juga harus diikuti dengan upaya-upaya pembentukan karakter sejak dini. “Meraih prestasi iya, mutu juga harus, tapi ingat nasionalisme harus mengikuti mutu dan prestasi,” tegasnya.

Kata Budiyanto, pada titik akhir hasil yang dicapai dari seluruh upaya peningkatan kualitas pendidikan akan menghasilkan generasi yang cerdas, menguasai Iptek dan ketrampilan, relegius dan berkarakter sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. “Karakter pendidikan kita sudah jelas, sesuai dengan spirit para founding father bangsa,” tandasnya.

Di akhir sambutannya, Budiyanto kembali mengingatkan peran Komite Sekolah dalam pembentukan karakter pendidikan. “Setiap satuan pendidikan atau sekolah harus dikawal oleh Komite Sekolah dalam upaya mewujudkan masa depan yang lebih baik sebagai pewaris dan penerus perjuangan bangsa yang bisa mewujudkan pengamalan nilai-nilai Pancasila,” tuturnya. (arh)