,

Dewan Masjid Kota Semarang Ajak Takmir Sosialisasikan Vaksinasi

oleh
Ketua DMI Kota Semarang H Achmad Fuad dalam sebuah kesempatan (ist)

SOROTNUSANTARA.COM , Semarang – Pengurus Pusat (PP) Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan kehalalan vaksin dari Sinovac Life Sciences Co Ltd Nomor 02 Tahun 2021 tentang Produk Vaksin Covid-19 dan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pun telah menyatakan vaksin dari Tiongkok tersebut aman.

Selain itu, para pemimpin Jawa Tengah telah melakukan vaksinasi. Dengan dasar beberapa hal itu, Pimpinan Daerah (PD) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Semarang mengajak kepada takmir masjid untuk ikut menyosialisasikan program vaksinasi kepada jemaah.

“Dengan telah aman dan halalnya vaksin Covid-19 Sinovac, saya meminta kepada takmir masjid, mushala di Kota Semarang untuk ikut mendukung program vaksinasi serta ikut divaksin sebagai ikhtiar menjaga keselamatan bersama agar terhindar dari virus,” pinta Ketua DMI Kota Semarang Ir H Achmad Fuad, MBA di Kantor sekretariat Jalan Panda Barat No. 44 Palebon, Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (14/1/2021).

Menurut Fuad, masjid dan mushala adalah sarana efektif untuk mengajak kebaikan, utamanya menjaga dan mempola kesehatan secara kolektif agar umat terhindar dari penyakit. “Vaksinasi Covid-19 ini adalah upaya ikhtiar bersama memutus rantai penularan virus Korona dan memberikan perlindungan kesehatan tidak hanya kepada kita, tetapi juga kepada keselamatan, keamanan bagi masyarakat guna mempercepat kehidupan normal. Meskipun sudah divaksin, prokes harus tetap dilaksanakan,” tegasnya.

Hal senada ditegaskan Wakil Ketua DMI Kota Semarang H Abdul Ghofar. Dalam kesempatan terpisah dia menyatakan bahwa vaksin merupakan upaya dan tanggung jawab pemerintah dalam menjaga keselamatan seluruh rakyat dari pandemi Covid-19 yang sudah hampir satu tahun.

“Masyarakat tidak perlu ragu adanya vaksin ini karena negara bertanggung jawab atas keselamatan seluruh rakyat dari akibat yang ditimbulkan dari vaksin tersebut,” tandasnya. (arh)