Dansektor Satgas Citarum Geram, Ada Lumpur Limbah Dibuang Di Pinggir Jalan

by
Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat saat melakukan pengecekan lokasi pembuangan lumpur limbah di sekitar jembatan tol Derwati, Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, berdasarkan laporan awal dari masyarakat, Kamis (4/7/2019).

BANDUNG, sorotnusantara.com,- Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat cek langsung laporan masyarakat terkait temuan lumpur limbah yang telah dikemas dalam karung dan dibuang di lokasi tanah negara sekitar jembatan tol Derwati, Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Kamis (4/7/2019).

Pada pengecekan ini, Dansektor 21 didampingi oleh aparat kewilayahan dari Koramil setempat serta turut disaksikan elemen masyarakat, warga, serta awak media.

Setibanya di lokasi, Dansektor mencermati situasiĀ  di lahan tersebut, tampak ratusan karung yang diduga kuat berisi lumpur limbah yang sebagian besar sudah kering yang berasal dari pabrik plastik PEKA yang lokasinya tidak jauh dari lahan tempat pembuangan. Pengecekan dilakukan pada karung-karung yang ditumpuk sembarangan dari mulai bagian atas hingga ke bagian bawah, dan isinya sama.

Ikut hadir pada kegiatan pengecekan itu staf perusahaan dari PT PeKa, Joy.

Diakui oleh Joy dihadapan awak media bahwa karung-karung berisi limbah tersebut diangkut dan dibuang ke lokasi itu menggunakan mobil pick up. “Ya, kita angkat kesini pake pick up,” ujarnya. Pengakuan ini sesuai dengan yang dilaporkan oleh masyarakat kepada Dansektor.

Namun Joy berdalih bahwa sedianya karung-karung yang dibuang itu selanjutnya akan digunakan untuk mengurug lahan milik pimpinan perusahaannya yang lokasinya tepat di belakang batas tanah negara.

“Karung ini untuk mengurug tanah di belakang itu, milik pimpinan perusahaan, John Pieter,” dalih Joy sambil menunjuk lahan yang dimaksudkannya milik pimpinan perusahaan PT Peka tempat dirinya bekerja. Lahan itu sendiri sudah dikelilingi oleh bangunan benteng.

Saat ada pertanyaan apakah pihak perusahaan mengetahui jika ada peraturan yang mengatur tata cara membuang lumpur limbah, dijawab oleh Joy, “Saya belum tau, karena belum ada edukasi dari pemerintah bagaimana pengelolaannya,” jawabnya.

Kesempatan yang sama, saat memberikan keterangannya kepada wartawan, Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Yusep menjelaskan, “Untuk kegiatan siang ini, saya sudah melapor ke komando atas, jadi saya awalnya mendapat laporan langsung dari masyarakat, sehingga saya Sektor 21 mengecek langsung ke lapangan untuk menindaklanjuti laporan tersebut, saya juga sudah berkoordinasi dengan Dansektor 6 Kolonel Yudi,” jelasnya.

Diterangkan oleh Kolonel Yusep, “Kemarin ada laporan kepada saya dari masyarakat lewat pesan singkat WA, bahwa ada yang membuang sludge atau lumpur hasil pengolahan limbah dari satu perusahaan, kita curigai mengandung B3,” terangnya.

“Siang ini kita cek, ternyata benar, ada tumpukan karung, mungkin banyaknya dua truk lebih yang dilempar ke pinggiran jalan Derwati, Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, dekat jalan tol kurang lebih 100 meter, dan ini juga merupakan tanah negara, sudah jelas ada plang-nya yang tertulis dilarang memanfaatkan dan malah ada ancaman pidananya,” ungkapnya sambil menunjuk plang yang terpasang di lokasi pembuangan lumpur limbah.

“Ternyata ada PT Peka, perusahaan pengolahan bijih plastik, hasil pengolahan itu terdapat limbah, lumpur itu sludge-nya, yang dibuang di pinggir jalan ini,” kata Kolonel Yusep.

Saya rasa, lanjutnya, warga belum paham bahwa B3 ini berbahaya.

“B3 itu perlakuannya khusus, pembuangannya harus menggunakan transporter yang ada izin dari Kementerian Lingkungan Hidup. Lumpur ini diambil dan dikirimkan ke pemanfaat, pemanfaatnya ada di Karawang, Bogor, pabrik semen dan lain sebagainya, jadi dimanfaatkan disana, bukan dibuang sembarangan seperti ini,” ujar Kolonel Yusep memberikan gambarannya.

“Semua Dansektor sudah bekerja keras supaya limbah kotor itu tidak dibuang ke sungai, tapi ternyata ada yang malah dibuang dengan cara begini,” ucapnya, kesal.

Tindak lanjut yang akan dilakukan atas temuan ini, dijawab oleh Kolonel Yusep, kita berkoordinasi dengan LH Kabupaten Bandung dan kepolisian. “Saya pikir penegakkan hukum harus jelas, tidak boleh membuang sembarangan lumpur B3, harus dilakukan dengan baik sesuai aturan yang ada. Jadi, kita berkoordinasi dengan LH Kabupaten dan kepolisian untuk ditindaklanjuti,” pungkasnya.[St]

Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat