Dansektor 21 Sosialisasi Citarum Harum Di SMA PGRI Rancaekek

oleh
Dansektor 21 Sosialisasi Citarum Harum Di SMA PGRI Rancaekek

KAB. BANDUNG, sorotnusantara.com,- Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat melaksanakan giat sosialisasi Citarum Harum di SMA PGRI, Desa Bojongloa, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Kamis (25/7/2019).

Kehadiran Dansektor 21 ke SMA PGRI ini disambut yel yel selamat datang oleh puluhan siswa siswi yang berbaris rapi di gerbang sekolah.

Kegiatan sosialisasi Citarum Harum yang dilaksanakan di salasatu ruang kelas serbaguna ini, dihadiri oleh sekitar 100 siswa, kepala sekolah, guru, dan jajaran Sektor 21 Subsektor 21-02/Cileunyi.

Sebelum acara pemaparan oleh Kolonel Yusep terkait dengan Citarum Harum, Kepala Sekolah SMA PGRI Rancaekek, Djodjon S Wiryadi, menyampaikan selayang pandang tentang sekolah yang mulai melaksanakan kegiatan belajar mengajar pada tahun 1981 tersebut.

“Sekolah kami sudah melaksanakan UNBK secara mandiri, ditunjang oleh 60 unit komputer,” kata kepala sekolah disela perkenalannya. “Ini sedang diajukan untuk terus ditambah, agar lebih optimal. Sekolah ini pun sudah membebaskan siswa dari uang bangunan dan SPP,” tambahnya.

Giliran pemaparannya, pertamakali Kolonel Yusep menceritakan tentang TNI AD dan tips bagi para siswa yang berminat mendaftar untuk mengabdi menjadi anggota TNI ataupun Polri. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan tentang program Citarum Harum dan permasalahan yang dihadapi sungai terpanjang di Jawa Barat itu hingga dikeluarkannya Perpres No.15 tahun 2018.

Menariknya, di sesi tanya jawab tampak para siswa antusias untuk berpartisipasi. Umumnya para siswa bertanya terkait permasalahan sampah di lingkungan tempat tinggalnya.

Akhir kegiatan, ditutup dengan penyerahan secara simbolis topi dan kaos kepada para peserta sosialisasi yang bertuliskan Save Our Citarum serta foto bersama.

Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat sosialisasi Citarum Harum di SMA PGRI Rancaekek

Ditemui oleh wartawan seusai kegiatan sosialisasi, Kolonel Yusep menjelaskan, “Kita hari ini, Satgas Citarum Sektor 21, melaksanakan sosialisasi di SMA PGRI Rancaekek. Saya menjelaskan tentang program Citarum Harum dari awal Sungai Citarum viral menjadi sungai terkotor di dunia, sampai penanganannya,” jelasnya.

“Permasalahan Sungai Citarum dari sampah, limbah industri, kotoran hewan dan manusia, sedimentasi sungai. Terutama persoalan sampah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat,” terang Kolonel Yusep.

Keterbatasan sarana dan prasarana untuk sampah ini, lanjut Kolonel Yusep, juga dengan kebiasaan masyarakat yang telah lama membuang sampah ke selokan dan aliran sungai, sehingga pola pikir tersebut yang coba kita ubah agar sampah itu bisa dikelola mulai dari rumah untuk dipilah dan dipilih.

“Sampah yang masih bisa dimanfaatkan seperti plastik agar dikelola dengan baik dan tidak dibuang ke sembarang tempat,” pesan Kolonel Yusep.

“Mudah-mudahan dengan penyampaian tadi tentang Citarum Harum, meski dihadiri 100 orang lebih, tetapi bisa ditularkan ke lingkungan rumah dan lingkungan masyarakat,” harap Dansektor 21 Satgas Citarum Harum ini.

Menanggapi kegiatan sosialisasi Citarum Harum di sekolahnya, Kepala Sekolah SMA PGRI Rancaekek, Djodjon S Wiyardi, mengapresiasi dan menyambut baik kehadiran dan kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan oleh Kolonel Yusep di sekolahnya.

“Kami menyambut baik kegiatan sosialisasi ini, insya Allah, kami akan terus bersinergi untuk penanganan Citarum, karena kebersihan itu adalah tanggung jawab kita bersama dan menanamkan anak-anak ini menjadi cikal bakal atau calon-calon pemimpin yang peduli lingkungan,” tutur Djodjon Wiyardi.[St]