Dansektor 21 Hadiri Expose Hasil Pengawasan Gakkum KLHK Terhadap Industri Di DAS Citarum

by
Dansektor 21 Satgas Citarum Hadiri Expose Gakkum BPPHLHK KLHK
Kepala BPPHLHK Jawa Bali Nusa Tenggara, Muhammad Nur, saat menyampaikan keterangannya kepada awak media seusai gelar expose di Pos Gakkum, Jl. Babakan Jeruk, Sukajadi, Kota Bandung, Rabu (4/9/2019).

sorotnusantara.com, BANDUNG,- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Balai Pengamanan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPPHLHK) Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara, menggelar expose terkait hasil pelaksanaan kegiatan pengawasan terhadap beberapa perusahaan dalam rangka menunjang percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan DAS Citarum.

Gelar expose yang tertutup bagi wartawan untuk meliput atau untuk mengambil gambar foto ini dilaksanakan di Pos Gakkum BPPHLHK Jawa Bali Nusa Tenggara, Jl. Babakan Jeruk, Kota Bandung, Rabu (4/9/2019), yang diikuti antara lain oleh 4 orang Dansektor Satgas Citarum, DLH Provinsi Jabar, DLH Kabupaten Bandung, DLH Kabupaten Bandung Barat, DLH Kabupaten Sumedang dan DLH Kota Cimahi.

Kepala BPPHLHK, Muhammad Nur, saat memberikan keterangannya seusai kegiatan expose menjelaskan, “Hari ini kita melaksanakan kegiatan expose hasil pengawasan DAS Citarum, kita (BPPHLHK) mengambil bagian sesuai dengan kewenangan kita,” kata Muhammad Nur.

Diungkapkan oleh Muhammad Nur, ada 30 perusahaan yang telah melalui proses kajian pengawasan, “30 perusahaan telah selesai kita lakukan pengawasan, dan hari ini telah masuk dalam tahap expose hasil pengawasan itu,” ungkapnya.

Dijelaskannya lebih lanjut, “Dari 30 perusahaan yang diawasi, seluruhnya tidak taat. Langkah kedepannya kita akan diskusikan dengan pimpinan kita, yang jelas 30 perusahaan ini sesuai mandat Undang-Undang, akan dilakukan proses penegakkan hukum, sesuai rujukan bisa dilakukan penegakkan hukum administrasi atau pidana dan penyelesaian sengketa yang dapat dilakukan penegakkan hukum secara bersamaan. Jadi, indikasi pelanggaran yang dibawa pada saat dilakukan pengawasan ini, ketiga-tiganya bisa masuk, kita lakukan pandangan hukum secara bersamaan. Mungkin juga nanti ada pandangan hukum yang akan kita serahkan kepada teman-teman di sektor yang lain, sektor yang mempunyai kewenangan yang sama didalam pengelolaan DAS Citarum ini, seperti teman-teman di DLH provinsi dan DLH kabupaten/kota,” bebernya.

Lebih detil diterangkan oleh Muhammad Nur, “30 perusahaan yang dilakukan pengawasan ini adalah perusahaan yang membuang limbah ke DAS Citarum, dan dari 30 perusahaan ini beragam pelanggarannya, ada yang tidak memiliki izin, baik izin lingkungan atau izin PPLH, ada juga yang membuang limbahnya melampaui baku mutu, kemudian ada yang dumping limbah B3, jadi pelanggarannya tidak seragam,” terangnya tanpa merinci perusahaan yang dimaksud.

“Kesimpulan kita, 30 perusahaan dari beragam jenis usaha yang tidak hanya produk tekstil, itu tidak taat,” ujar Muhammad Nur.

Terpisah, Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat saat ditemui oleh awak media mengatakan, “Kegiatan hari ini, intinya perusahaan harus taat, jika pengolahan limbahnya sudah bagus, baku mutu sudah bagus, tetapi izinnya belum lengkap ya perlu diingatkan, jika izin tidak kunjung diperbaiki tentunya akan ada tindakan. Jadi, semua harus sejalan dan baik,” ucap Kolonel Yusep.(St)